Poker online BacanPoker.Com
Namaku Sonny, dulu sewaktu masih
SMP ada beberapa teman wanita yang
naksir denganku, maklumlah waktu itu
aku bintang kelas di SMP tersebut, di
antara perempuan-perempuan tersebut
adalah Rere, Vinvin (nama samaran)
yang ada hubungannya dengan ceritaku
ini.
Aku sekarang sudah bekerja di suatu
perusahaan swasta di Jakarta yang
kebetulan aku termasuk eksekutif
muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku
ada meeting di Surabaya dan kebetulan
hari itu ulang tahun Rere (Rere
termasuk wanita yang lumayan
tingginya 170, branya 36 dan bodinya
itu tuch yang semok alias seksi
montok).
Sehabis meeting, aku iseng menelepon
Rere dan dia mengundangku datang ke
rumahnya. Kemudian aku langsung saja
cabut ke rumah Rere, eh nggak
tahunya di situ ramai juga teman-
temennya yang datang, termasuk
Vinvin.
Acara pesta tersebut berlangsung
sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut
Rere cerita kepadaku kalau minggu
depan dia mau menikah terus Vinvin
minggu depannya lagi, lalu Rere cerita
masa-masa dia naksir aku terus
sampai sekarang dia masih kangen
berat. Maklumlah sudah 2 tahunan
nggak jumpa.
Kebetulan waktu itu komputer dia lagi
ngadat. Nah kesempatan buatku untuk
tinggal lebih lama. Langsung saja
kucoba membetulkan PC-nya.
Sementara di rumahnya tinggal Vinvin
saja yang belum pulang dan orang
tuanya juga nggak ada.
Pas sedang asyik mengutak-atik PC-
nya, dia menungguku di sampingku
dengan sekali-sekali melirikku, aku
sendiri masih hati-hati mau menembak
dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main
serobot saja.
Dari belakang Vinvin langsung
memelukku dan meng-kiss pipiku
(Vinvin nggak beda jauh sama Rere,
bedanya mata Rere kebiru-biruan
sedikit dan lebih hitam dari Vinvin).
Punggungku terasa ada benda kental
yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin
membisikan kalau dia masih kepingin
denganku, terus aku responin juga
kalau aku kangen juga, terus kulumat
saja bibirnya yang mungil kemerah-
merahan itu.
Vinvin langsung balas dengan penuh
nafsu dan tetap memelukku Dari
belakang tapi tangannya sudah
langsung menggerayangi penisku,
dalam hati ini anak kepingin di embat
nich. Aku lihat Rere disampingku
bengong saja dan cemberut merasa
kalah duluan.
Terus Rere pergi sebentar, aku masa
bodoh saja, kutarik si Vinvin ke
pangkuanku dan bibirnya masih kulumat
habis. Gila! nafsunya besar sekali!
Setelah itu kualihkan Dari bibir,
kukecup terus ke bawah sambil
tanganku meraba buah dadanya yang
besar dan kenyal.
Pas kukecup di belahan buah dadanya,
Vinvin berteriak, “Sstt aahhâ€
dan semakin kencang remasan
tangannya yang sudah masuk ke CD-ku,
kubuka saja bajunya terus branya
sekalian. Kelihatan buah dadanya
menggantung siap diremas habis.
Dengan gemasnya kulumat habis buah
dadanya sampai dia menggelinjang
keenakan dan suara yang “sstt
sstt aahh…†Setelah itu tanganku
pindah ke CD-nya yang sudah basah,
langsung saja kulepas roknya.
Dia pun kelihatan bugil tapi masih
pakai CD.
Terus Rere datang dengan
membisikanku bahwa kalau mau
meneruskan di dalam kamarnya saja.
Tanpa pikir lama-lama, langsung saja
kugendong Vinvin sambil buah dadanya
terus kuhisap ke dalam kamar Rere.
Terus aku telentangi Vinvin di tempat
tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah
pasrah menantang, langsung saja
kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu
Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung
saja kulepas celanaku sama CD-ku
sampai aku bugil ria. Terdengar
teriakan Rere kaget melihat penisku
sepanjang 22 cm dan gede banget
katanya sambil ngeloyor pergi
meninggalkanku dan Vinvin.
Aku tidak peduli lagi sama dia,
langsung saja penisku aku arahkan ke
vagina Vinvin, uhh seret banget, dan
kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan
berteriak, “Aakkhh eegghh…â€
Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke
kanan sambil tangannya meremas
seprei. Rupanya dia masih Virgin
sehingga seret sekali memasukannya.
Baru kepalanya saja Vinvin sudah
teriak.
Aku tahan sebentar, terus tiba-tiba
langsung saja kusodok lebih keras,
Vinvin langsung saja teriak kencang
sekali. Masa bodoh, aku teruskan saja
sodokanku sampai mentok. Rasanya
nikmat banget, penisku seperti
diremas-remas dan hangat-hangat
basah.
Sambil menarik napas, kulihat kalau
Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi
rupanya dia meringis menahan sakit,
kebesaran barangkali yach? Setelah itu
aku tarik penisku pelan-pelan dan
kelihatan sekali vagina Vinvin ikut
ketarik terus kepalanya geleng-geleng
ke kiri dan ke kanan sama matanya
terpejam-pejam keenakan sambil
teriak, “Sstt aahh sshh egghh…â
€ Sampai penisku tinggal kepalanya
saja, langsung saja aku sodok lagi ke
vaginanya sekeras-kerasnya, â
€œBleesshh…†Vinvin berteriak,
“aahh..†Kira-kira 5 menitan
vagina Vinvin terasa seret.
Setelah itu vaginanya baru terasa licin
hingga semakin nikmat buat disodok,
semakin lama sodokanku semakin
kupercepat sampai Vinvin kelihatan
cuma bisa menahan saja. Rupanya
Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh
Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri
dan ke kanan sambil mengikuti
gerakanku. Baru beberapa menit Vinvin
sudah teriak nggak karuan, rupanya
dia mau orgasme.
Makin kupercepat gerakanku, akhirnya
Vinvin berteriak kencang sekali
sembari memelukku kencang-kencang,
lama sekali Vinvin memelukku sampai
akhirnya dia telentang lagi kecapaian
tapi penisku masih menancap di
vaginanya.
Sekilas kulihat kalau Rere melihatku
sambil menggigit jarinya, terus Rere
mendekati kami berdua kemudian
bertanya “Bagaimana tadi?â€
Aku senyum saja sambil penisku masih
kutancapkan di vagina Vinvin, terus
Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol
kepadaku.
Aku iseng, kupegang tangan Rere
terus aku remas-remas. Tapi dia tetap
diam saja. Setelah itu kutarik dia lalu
kucium bibirnya yang ranum dan
tubuhnya kutelentangi di atas perut
Vinvin tapi penisku masih tetap
menancap di vagina Vinvin, tidak
ketinggalan kuremas-remas buah dada
Rere sambil matanya terpejam
menikmati lumatan bibirku dan remasan
tanganku.
Sementara si Vinvin mencabut penisku
lalu pergi ke kamar kecil dan jalannya
sempoyongan seperti vaginanya ada
yang mengganjal. Terus kubuka saja
baju Rere sementara tangannya sudah
merangkul tengkukku. Setelah itu
kujilati saja buah dadanya sambil
sekali-kali kuhisap sampai dia
menggelinjang kegelian.
Terus kuraba CD-nya. Rupanya sudah
basah, nggak ambil peduli langsung
saja kulepas seluruh celananya sampai
Rere benar-benar bugil. Terus aku
suruh Rere pegang penisku sampai
muka dia kelihatan kemerahan.
Rupanya dia belum pernah merasakan
begituan.
Setelah itu aku perbaiki posisinya biar
nikmat buat menyodok vaginanya.
Kemudian Rere bertanya kalau dia mau
diapakan. Aku suruh Rere pegang
penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia
tercengang mendengar kataku, tapi dia
tetap melakukan juga. Sambil matanya
terpejam, Rere mulai menggesek
penisku kevaginanya, pas menyentuh
vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil
mendesah-desah, “Aahh…â€,
sementara aku sibuk meremas-remas
sambil menjilati buah dadanya yang
semakin lama semakin mengeras dan
kelihatan puting buah dadanya semakin
munjung keatas.
Pelan-pelan kudorong pantatku sampai
penisku menempel lebih kencang di
mulut vaginanya. Rere diam saja malah
semakin keras rintihannya, eh nggak
tahunya Vinvin tiba-tiba saja
mendorong pantatku sekeras-kerasnya
secara langsung penisku kedorong
masuk kedalam vagina Rere sedangkan
Rere menjerit keras, “aakkh sakit
Sonny, apa-apaan kamuâ€, sambil
badan Rere menggeliat-geliat
kesakitan sementara tangannya
menahan pinggulku.
Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau
sakitnya hanya sebentar saja, terus
Vinvin malah mendorong lebih keras
lagi sambil menarik tangan Rere biar
tidak menahan gerakan pinggulku.
Rere kelihatan menahan sakit sambil
menggigit bibirnya. Sampai akhirnya
masuk semua penisku.
Rere kelihatan mulai mengatur
nafasnya yang tersengal-sengal
selama menahan tadi. Aku biarkan dulu
beberapa menit sambil mencumbu Rere
biar dia tambah naik sementara Vinvin
yang masih bugil tadi melihat saja di
samping tempat tidur sambil tertawa
centil.
Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik
lagi, malah semakin menggebu saja.
Mulai kutarik penisku pelan-pelan
terus kusodok lalu masuk agak
kencangan sedikit, seret sekali.
Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin
mengintip lewat jendela kamar lalu
pakai bajunya yang panjang sampai
lutut terus Vinvin ngeloyor pergi
sambil ngomong, “Nyantai saja,
terusin biar aku yang nemuinâ€,
tahu gitu aku teruskan saja
kegiatanku yang sempat terhenti, aku
lihat Rere masih nyengir sambil
kepalanya geleng kekiri dan kekanan
terus pinggulnya digerakan pula
mengikuti irama gerakanku. Rupanya
vaginanya cepat basah dan mampu
menelan penisku sampai penuh.
Sementara tanganku sibuk meremas
buah dada Rere, aku terus
menggenjotnya semakin cepat sampai
dia mendesah-desah lebih keras terus
tangannya meraba-raba punggungku
lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas
pantatku sambil memelukku dan
berteriak “aagghhâ€, kencang
sekali hingga gerakanku tertahan dan
terasa ada cairan hangat keluar dari
vaginanya hingga menambah rasa
nikmat.
Rupanya dia orgasme beruntun,
setelah pelukan dia mulai kendor. Aku
teruskan lagi genjotanku pelan-pelan
sambil mulai mencumbu dia biar naik
lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi
terus aku ambil posisi lebih tegak
sambil tanganku pegang pinggulnya dan
tangannya memuntir-muntir putingku
sambil tersenyum manis.
Makin lama gerakanku semakin
kupercepat sodokanku, waktu
kudorong ke vaginanya aku keras-
kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai
memejamkan matanya dan kepalanya
geleng-geleng ke kiri dan ke kanan
mengikuti irama genjotanku. Aku
sendiri rupanya sudah mau orgasme,
maka aku genjot lebih kencang lagi
sampai vaginanya bunyi kencang
banget, nggak lama aku mau keluar
kutarik penisku biar ejakulasi di luar.
Dia malah menahan pantatku biar
nggak ditarik ke luar langsung saja
kudorong lagi sembari kupeluk dia
erat-erat sambil teriak, â
€œAargghh.. eegghh..â€, kemudian
Rere juga teriak lama sekali, aku
ejakulasi di dalam vagina Rere sampai
Rere gelagapan nggak bisa napas,
kira-kira semenitan aku dekap Rere
erat-erat sampai aku kehabisan
tenaga, terus kucabut penisku dan
kelihatan maniku sampai keluar dari
vaginanya bareng darah perawannya
yang sobek karena kerasnya serobotan
penisku dibantu dorongan Vinvin yang
keras dan tiba-tiba tadi.
Sementara itu Vinvin kedengarannya
ngobrol sama seorang cewek, rupanya
teman Rere itu ketinggalan dompet
terus kebetulan Vinvin juga kenal
sama dia, nggak lama kemudian Vinvin
masuk ke kamar terus menanyakan
aku, “Mau kenalan nggak sama
temanku?
Aku jawab, “Masa aku bugil begini
mau dikenalinâ€, “Cuek saja,
lagian tadi aku sama dia sudah ngintip
lu waktu sama Rere tadiâ€, aku
bengong saja terus Vinvin membisikan
sesuatu ke Rere terus Rere
mengangguk sambil tertawa cekikikan
terus Rere membisikan kepadaku
supaya aku nanti menurut saja,
katanya asyik sich.
Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai
selimut menemui temannya tadi terus
diajak masuk sebentar ke kamar Rere
sambil matanya ditutup pakai T-shirt
Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat
ke aku biar diam saja sambil menuntun
Christ (nama temannya tadi) supaya
rebahan dulu di tempat tidur.
Tentu saja Christ bertanya kalau ada
apa ini. Lalu Vinvin bilang kalau entar
pasti nikmat dan nikmati saja.
Christ mengangguk saja lalu Vinvin
menyuruh Rere pegang tangan Christ
yang diangkat di atas kepalanya dan
Vinvin meraba-raba sekujur badan
Christ di dalam bajunya, tentu saja
Christ teriak kegelian sampai akhirnya
mendesah-desah keasyikan.
lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di
atas paha Christ beralih ke samping
sambil kasih kode ke aku biar aku
duduk menggantikan dia sambil tangan
Vinvin dimasukan ke dalam bra punya
Christ, aku menurut saja sambil mulai
mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh
seksi Christ, sementara Christ kaget
dan mulai meronta-ronta nggak mau
diteruskan.
aku yang sudah tanggung begitu
langsung saja turun lalu menarik kaki
Christ supaya posisi pantatnya pas di
sudut tempat tidur kelihatan Rere
mengikuti dan tetap memegang tangan
Christ yang sudah mulai meronta dan
berteriak-teriak “Janganâ€, lalu
Vinvin menutup mulut Christ dan
melumat bibirnya sembari kasih kode
ke aku biar diteruskan saja, langsung
kubuka ritsluiting celananya dan
kelihatan pahanya yang putih dan
bentuk kakinya yang seksi membuat
aku cepat naik, waktu aku mau
peloroti CD-nya, Christ malah
meronta-ronta sambil kakinya
menendang-nendang hingga aku
kesulitan.
Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu
CD-nya aku tarik paksa sampai di
bawah lututnya terus aku berdiri
sedikit buat melepas CD-nya tadi habis
itu aku kangkangi pahanya sembari aku
arahkan penisku yang sudah tegang
berat ke vagina Christ yang ada di
sudut tempat tidur itu.
Setelah kepala penisku menyentuh
mulut vaginanya, aku pegangi
pinggulnya biar Christ agak diam nggak
meronta-ronta supaya aku bisa
menyodok dengan mantap, gerakan
pinggul Christ sudah dapat aku tahan
lalu aku cepat-cepat menyodok penisku
sekeras-kerasnya ke vaginanya.
sesaat kelihatan gerakan Christ yang
berontak tertahan selama aku dorong
masuk penisku tadi sampai mentok,
seret banget dan masih agak licin, aku
lihat Vinvin masih melumat bibir Christ
sementara Rere melihat penisku yang
sudah menancap 3/4 saja di vagina
Christ tadi.
setelah aku diamkan beberapa saat,
aku tarik lagi penisku lalu kudorong
masuk lagi sementara Christ kembali
meronta-ronta menambah nikmatnya
goyangan liarnya, lama-lama Christ
mulai melemah rontanya dan mulai
kedengaran desahan Christ, nggak
tahunya Vinvin sudah nggak melumat
bibirnya tadi.
Mendengar desahan dan rintihannya itu
bikin aku semakin ganas, tanganku
mulai meraba ke atas dibalik T-
shirtnya sampai menyentuh buah
dadanya yang masih terbungkus bra.
Lalu aku singkap bajunya ke atas terus
Vinvin membantu membukakan bra
Christ tadi sementara Rere sudah
melepaskan pegangan tangannya dan
Rere mengambil guling lalu memeluk
guling itu sambil menggigit bibirnya
sambil terus melihatku yang lagi â
€œngerjain†Christ dengan ganas.
lalu Vinvin ke kamar mandi sementara
aku semakin percepat gerakanku yang
semakin keras sambil kuremas-remas
dan kujilati puting buah dadanya yang
sudah merah merona serta desahan
dan rintihan Christ yang menambah
nafsuku.
Rupanya rontaan Christ yang liar
membuatku semakin cepat keluar, baru
5 menitan aku sudah nggak tahan lagi,
aku dorong keras-keras sambil kupeluk
Christ sekencang-kencangnya sampai
Christ nggak bisa nafas tapi masih
tetap menggoyang pinggulnya.
aku ejakulasi 30 detik lamanya
kemudian Christ gantian mendekapku
sambil menggigit telingaku sembari
melenguh menahan kenikmatan yang
baru dia rasakan, sementara penisku
yang masih di dalam vagina Christ
terasa hangat karena cairan yang
keluar dari vaginanya tadi.
Christ orgasme sampai 15 detik lalu
aku terkulai lemas di samping tubuh
Christ lalu Vinvin kembali ke tempat
tidur lagi dan kami berempat pun
terdiam tanpa ada yang berbicara
sampai tertidur semuanya.Namaku Sonny, dulu sewaktu masih
SMP ada beberapa teman wanita yang
naksir denganku, maklumlah waktu itu
aku bintang kelas di SMP tersebut, di
antara perempuan-perempuan tersebut
adalah Rere, Vinvin (nama samaran)
yang ada hubungannya dengan ceritaku
ini.
Aku sekarang sudah bekerja di suatu
perusahaan swasta di Jakarta yang
kebetulan aku termasuk eksekutif
muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku
ada meeting di Surabaya dan kebetulan
hari itu ulang tahun Rere (Rere
termasuk wanita yang lumayan
tingginya 170, branya 36 dan bodinya
itu tuch yang semok alias seksi
montok).
Sehabis meeting, aku iseng menelepon
Rere dan dia mengundangku datang ke
rumahnya. Kemudian aku langsung saja
cabut ke rumah Rere, eh nggak
tahunya di situ ramai juga teman-
temennya yang datang, termasuk
Vinvin.
Acara pesta tersebut berlangsung
sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut
Rere cerita kepadaku kalau minggu
depan dia mau menikah terus Vinvin
minggu depannya lagi, lalu Rere cerita
masa-masa dia naksir aku terus
sampai sekarang dia masih kangen
berat. Maklumlah sudah 2 tahunan
nggak jumpa.
Kebetulan waktu itu komputer dia lagi
ngadat. Nah kesempatan buatku untuk
tinggal lebih lama. Langsung saja
kucoba membetulkan PC-nya.
Sementara di rumahnya tinggal Vinvin
saja yang belum pulang dan orang
tuanya juga nggak ada.
Pas sedang asyik mengutak-atik PC-
nya, dia menungguku di sampingku
dengan sekali-sekali melirikku, aku
sendiri masih hati-hati mau menembak
dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main
serobot saja.
Dari belakang Vinvin langsung
memelukku dan meng-kiss pipiku
(Vinvin nggak beda jauh sama Rere,
bedanya mata Rere kebiru-biruan
sedikit dan lebih hitam dari Vinvin).
Punggungku terasa ada benda kental
yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin
membisikan kalau dia masih kepingin
denganku, terus aku responin juga
kalau aku kangen juga, terus kulumat
saja bibirnya yang mungil kemerah-
merahan itu.
Vinvin langsung balas dengan penuh
nafsu dan tetap memelukku Dari
belakang tapi tangannya sudah
langsung menggerayangi penisku,
dalam hati ini anak kepingin di embat
nich. Aku lihat Rere disampingku
bengong saja dan cemberut merasa
kalah duluan.
Terus Rere pergi sebentar, aku masa
bodoh saja, kutarik si Vinvin ke
pangkuanku dan bibirnya masih kulumat
habis. Gila! nafsunya besar sekali!
Setelah itu kualihkan Dari bibir,
kukecup terus ke bawah sambil
tanganku meraba buah dadanya yang
besar dan kenyal.
Pas kukecup di belahan buah dadanya,
Vinvin berteriak, “Sstt aahhâ€
dan semakin kencang remasan
tangannya yang sudah masuk ke CD-ku,
kubuka saja bajunya terus branya
sekalian. Kelihatan buah dadanya
menggantung siap diremas habis.
Dengan gemasnya kulumat habis buah
dadanya sampai dia menggelinjang
keenakan dan suara yang “sstt
sstt aahh…†Setelah itu tanganku
pindah ke CD-nya yang sudah basah,
langsung saja kulepas roknya.
Dia pun kelihatan bugil tapi masih
pakai CD.
Terus Rere datang dengan
membisikanku bahwa kalau mau
meneruskan di dalam kamarnya saja.
Tanpa pikir lama-lama, langsung saja
kugendong Vinvin sambil buah dadanya
terus kuhisap ke dalam kamar Rere.
Terus aku telentangi Vinvin di tempat
tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah
pasrah menantang, langsung saja
kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu
Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung
saja kulepas celanaku sama CD-ku
sampai aku bugil ria. Terdengar
teriakan Rere kaget melihat penisku
sepanjang 22 cm dan gede banget
katanya sambil ngeloyor pergi
meninggalkanku dan Vinvin.
Aku tidak peduli lagi sama dia,
langsung saja penisku aku arahkan ke
vagina Vinvin, uhh seret banget, dan
kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan
berteriak, “Aakkhh eegghh…â€
Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke
kanan sambil tangannya meremas
seprei. Rupanya dia masih Virgin
sehingga seret sekali memasukannya.
Baru kepalanya saja Vinvin sudah
teriak.
Aku tahan sebentar, terus tiba-tiba
langsung saja kusodok lebih keras,
Vinvin langsung saja teriak kencang
sekali. Masa bodoh, aku teruskan saja
sodokanku sampai mentok. Rasanya
nikmat banget, penisku seperti
diremas-remas dan hangat-hangat
basah.
Sambil menarik napas, kulihat kalau
Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi
rupanya dia meringis menahan sakit,
kebesaran barangkali yach? Setelah itu
aku tarik penisku pelan-pelan dan
kelihatan sekali vagina Vinvin ikut
ketarik terus kepalanya geleng-geleng
ke kiri dan ke kanan sama matanya
terpejam-pejam keenakan sambil
teriak, “Sstt aahh sshh egghh…â
€ Sampai penisku tinggal kepalanya
saja, langsung saja aku sodok lagi ke
vaginanya sekeras-kerasnya, â
€œBleesshh…†Vinvin berteriak,
“aahh..†Kira-kira 5 menitan
vagina Vinvin terasa seret.
Setelah itu vaginanya baru terasa licin
hingga semakin nikmat buat disodok,
semakin lama sodokanku semakin
kupercepat sampai Vinvin kelihatan
cuma bisa menahan saja. Rupanya
Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh
Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri
dan ke kanan sambil mengikuti
gerakanku. Baru beberapa menit Vinvin
sudah teriak nggak karuan, rupanya
dia mau orgasme.
Makin kupercepat gerakanku, akhirnya
Vinvin berteriak kencang sekali
sembari memelukku kencang-kencang,
lama sekali Vinvin memelukku sampai
akhirnya dia telentang lagi kecapaian
tapi penisku masih menancap di
vaginanya.
Sekilas kulihat kalau Rere melihatku
sambil menggigit jarinya, terus Rere
mendekati kami berdua kemudian
bertanya “Bagaimana tadi?â€
Aku senyum saja sambil penisku masih
kutancapkan di vagina Vinvin, terus
Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol
kepadaku.
Aku iseng, kupegang tangan Rere
terus aku remas-remas. Tapi dia tetap
diam saja. Setelah itu kutarik dia lalu
kucium bibirnya yang ranum dan
tubuhnya kutelentangi di atas perut
Vinvin tapi penisku masih tetap
menancap di vagina Vinvin, tidak
ketinggalan kuremas-remas buah dada
Rere sambil matanya terpejam
menikmati lumatan bibirku dan remasan
tanganku.
Sementara si Vinvin mencabut penisku
lalu pergi ke kamar kecil dan jalannya
sempoyongan seperti vaginanya ada
yang mengganjal. Terus kubuka saja
baju Rere sementara tangannya sudah
merangkul tengkukku. Setelah itu
kujilati saja buah dadanya sambil
sekali-kali kuhisap sampai dia
menggelinjang kegelian.
Terus kuraba CD-nya. Rupanya sudah
basah, nggak ambil peduli langsung
saja kulepas seluruh celananya sampai
Rere benar-benar bugil. Terus aku
suruh Rere pegang penisku sampai
muka dia kelihatan kemerahan.
Rupanya dia belum pernah merasakan
begituan.
Setelah itu aku perbaiki posisinya biar
nikmat buat menyodok vaginanya.
Kemudian Rere bertanya kalau dia mau
diapakan. Aku suruh Rere pegang
penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia
tercengang mendengar kataku, tapi dia
tetap melakukan juga. Sambil matanya
terpejam, Rere mulai menggesek
penisku kevaginanya, pas menyentuh
vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil
mendesah-desah, “Aahh…â€,
sementara aku sibuk meremas-remas
sambil menjilati buah dadanya yang
semakin lama semakin mengeras dan
kelihatan puting buah dadanya semakin
munjung keatas.
Pelan-pelan kudorong pantatku sampai
penisku menempel lebih kencang di
mulut vaginanya. Rere diam saja malah
semakin keras rintihannya, eh nggak
tahunya Vinvin tiba-tiba saja
mendorong pantatku sekeras-kerasnya
secara langsung penisku kedorong
masuk kedalam vagina Rere sedangkan
Rere menjerit keras, “aakkh sakit
Sonny, apa-apaan kamuâ€, sambil
badan Rere menggeliat-geliat
kesakitan sementara tangannya
menahan pinggulku.
Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau
sakitnya hanya sebentar saja, terus
Vinvin malah mendorong lebih keras
lagi sambil menarik tangan Rere biar
tidak menahan gerakan pinggulku.
Rere kelihatan menahan sakit sambil
menggigit bibirnya. Sampai akhirnya
masuk semua penisku.
Rere kelihatan mulai mengatur
nafasnya yang tersengal-sengal
selama menahan tadi. Aku biarkan dulu
beberapa menit sambil mencumbu Rere
biar dia tambah naik sementara Vinvin
yang masih bugil tadi melihat saja di
samping tempat tidur sambil tertawa
centil.
Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik
lagi, malah semakin menggebu saja.
Mulai kutarik penisku pelan-pelan
terus kusodok lalu masuk agak
kencangan sedikit, seret sekali.
Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin
mengintip lewat jendela kamar lalu
pakai bajunya yang panjang sampai
lutut terus Vinvin ngeloyor pergi
sambil ngomong, “Nyantai saja,
terusin biar aku yang nemuinâ€,
tahu gitu aku teruskan saja
kegiatanku yang sempat terhenti, aku
lihat Rere masih nyengir sambil
kepalanya geleng kekiri dan kekanan
terus pinggulnya digerakan pula
mengikuti irama gerakanku. Rupanya
vaginanya cepat basah dan mampu
menelan penisku sampai penuh.
Sementara tanganku sibuk meremas
buah dada Rere, aku terus
menggenjotnya semakin cepat sampai
dia mendesah-desah lebih keras terus
tangannya meraba-raba punggungku
lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas
pantatku sambil memelukku dan
berteriak “aagghhâ€, kencang
sekali hingga gerakanku tertahan dan
terasa ada cairan hangat keluar dari
vaginanya hingga menambah rasa
nikmat.
Rupanya dia orgasme beruntun,
setelah pelukan dia mulai kendor. Aku
teruskan lagi genjotanku pelan-pelan
sambil mulai mencumbu dia biar naik
lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi
terus aku ambil posisi lebih tegak
sambil tanganku pegang pinggulnya dan
tangannya memuntir-muntir putingku
sambil tersenyum manis.
Makin lama gerakanku semakin
kupercepat sodokanku, waktu
kudorong ke vaginanya aku keras-
kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai
memejamkan matanya dan kepalanya
geleng-geleng ke kiri dan ke kanan
mengikuti irama genjotanku. Aku
sendiri rupanya sudah mau orgasme,
maka aku genjot lebih kencang lagi
sampai vaginanya bunyi kencang
banget, nggak lama aku mau keluar
kutarik penisku biar ejakulasi di luar.
Dia malah menahan pantatku biar
nggak ditarik ke luar langsung saja
kudorong lagi sembari kupeluk dia
erat-erat sambil teriak, â
€œAargghh.. eegghh..â€, kemudian
Rere juga teriak lama sekali, aku
ejakulasi di dalam vagina Rere sampai
Rere gelagapan nggak bisa napas,
kira-kira semenitan aku dekap Rere
erat-erat sampai aku kehabisan
tenaga, terus kucabut penisku dan
kelihatan maniku sampai keluar dari
vaginanya bareng darah perawannya
yang sobek karena kerasnya serobotan
penisku dibantu dorongan Vinvin yang
keras dan tiba-tiba tadi.
Sementara itu Vinvin kedengarannya
ngobrol sama seorang cewek, rupanya
teman Rere itu ketinggalan dompet
terus kebetulan Vinvin juga kenal
sama dia, nggak lama kemudian Vinvin
masuk ke kamar terus menanyakan
aku, “Mau kenalan nggak sama
temanku?
Aku jawab, “Masa aku bugil begini
mau dikenalinâ€, “Cuek saja,
lagian tadi aku sama dia sudah ngintip
lu waktu sama Rere tadiâ€, aku
bengong saja terus Vinvin membisikan
sesuatu ke Rere terus Rere
mengangguk sambil tertawa cekikikan
terus Rere membisikan kepadaku
supaya aku nanti menurut saja,
katanya asyik sich.
Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai
selimut menemui temannya tadi terus
diajak masuk sebentar ke kamar Rere
sambil matanya ditutup pakai T-shirt
Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat
ke aku biar diam saja sambil menuntun
Christ (nama temannya tadi) supaya
rebahan dulu di tempat tidur.
Tentu saja Christ bertanya kalau ada
apa ini. Lalu Vinvin bilang kalau entar
pasti nikmat dan nikmati saja.
Christ mengangguk saja lalu Vinvin
menyuruh Rere pegang tangan Christ
yang diangkat di atas kepalanya dan
Vinvin meraba-raba sekujur badan
Christ di dalam bajunya, tentu saja
Christ teriak kegelian sampai akhirnya
mendesah-desah keasyikan.
lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di
atas paha Christ beralih ke samping
sambil kasih kode ke aku biar aku
duduk menggantikan dia sambil tangan
Vinvin dimasukan ke dalam bra punya
Christ, aku menurut saja sambil mulai
mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh
seksi Christ, sementara Christ kaget
dan mulai meronta-ronta nggak mau
diteruskan.
aku yang sudah tanggung begitu
langsung saja turun lalu menarik kaki
Christ supaya posisi pantatnya pas di
sudut tempat tidur kelihatan Rere
mengikuti dan tetap memegang tangan
Christ yang sudah mulai meronta dan
berteriak-teriak “Janganâ€, lalu
Vinvin menutup mulut Christ dan
melumat bibirnya sembari kasih kode
ke aku biar diteruskan saja, langsung
kubuka ritsluiting celananya dan
kelihatan pahanya yang putih dan
bentuk kakinya yang seksi membuat
aku cepat naik, waktu aku mau
peloroti CD-nya, Christ malah
meronta-ronta sambil kakinya
menendang-nendang hingga aku
kesulitan.
Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu
CD-nya aku tarik paksa sampai di
bawah lututnya terus aku berdiri
sedikit buat melepas CD-nya tadi habis
itu aku kangkangi pahanya sembari aku
arahkan penisku yang sudah tegang
berat ke vagina Christ yang ada di
sudut tempat tidur itu.
Setelah kepala penisku menyentuh
mulut vaginanya, aku pegangi
pinggulnya biar Christ agak diam nggak
meronta-ronta supaya aku bisa
menyodok dengan mantap, gerakan
pinggul Christ sudah dapat aku tahan
lalu aku cepat-cepat menyodok penisku
sekeras-kerasnya ke vaginanya.
sesaat kelihatan gerakan Christ yang
berontak tertahan selama aku dorong
masuk penisku tadi sampai mentok,
seret banget dan masih agak licin, aku
lihat Vinvin masih melumat bibir Christ
sementara Rere melihat penisku yang
sudah menancap 3/4 saja di vagina
Christ tadi.
setelah aku diamkan beberapa saat,
aku tarik lagi penisku lalu kudorong
masuk lagi sementara Christ kembali
meronta-ronta menambah nikmatnya
goyangan liarnya, lama-lama Christ
mulai melemah rontanya dan mulai
kedengaran desahan Christ, nggak
tahunya Vinvin sudah nggak melumat
bibirnya tadi.
Mendengar desahan dan rintihannya itu
bikin aku semakin ganas, tanganku
mulai meraba ke atas dibalik T-
shirtnya sampai menyentuh buah
dadanya yang masih terbungkus bra.
Lalu aku singkap bajunya ke atas terus
Vinvin membantu membukakan bra
Christ tadi sementara Rere sudah
melepaskan pegangan tangannya dan
Rere mengambil guling lalu memeluk
guling itu sambil menggigit bibirnya
sambil terus melihatku yang lagi â
€œngerjain†Christ dengan ganas.
lalu Vinvin ke kamar mandi sementara
aku semakin percepat gerakanku yang
semakin keras sambil kuremas-remas
dan kujilati puting buah dadanya yang
sudah merah merona serta desahan
dan rintihan Christ yang menambah
nafsuku.
Rupanya rontaan Christ yang liar
membuatku semakin cepat keluar, baru
5 menitan aku sudah nggak tahan lagi,
aku dorong keras-keras sambil kupeluk
Christ sekencang-kencangnya sampai
Christ nggak bisa nafas tapi masih
tetap menggoyang pinggulnya.
aku ejakulasi 30 detik lamanya
kemudian Christ gantian mendekapku
sambil menggigit telingaku sembari
melenguh menahan kenikmatan yang
baru dia rasakan, sementara penisku
yang masih di dalam vagina Christ
terasa hangat karena cairan yang
keluar dari vaginanya tadi.
Christ orgasme sampai 15 detik lalu
aku terkulai lemas di samping tubuh
Christ lalu Vinvin kembali ke tempat
tidur lagi dan kami berempat pun
terdiam tanpa ada yang berbicara
sampai tertidur semuanya.
Cerita Seks|Cerita Dewasa|Cerita Sex|Cerita Porno|Cerita Mesum |Cerita pemerkosaan|Cerita Skandal|Cerita Selingkuh|Cerita Dewasa Terbaru|Cerita Sex Sedarah|Cerita Sex ABG|Cerita Hot|Pengalaman Sex|Cerita Panas|Sex Ibu Kandung
BacanPoker.Com adalah salah satu Agen Poker Indonesia yang terpercaya dengan beraneka ragam bonus yang menanti Anda. Segera Daftarkan diri Anda Disini dan dapatkan berbagai Bonus menarik.
BacanPoker hadir kehadapan Anda dengan persentase mendapatkan BONUS JACKPOT lebih besar daripada Agen Poker Online Lainnya.
Silakan daftar di sini : CLICK UNTUK MENDAFTAR
Contact Person :LiveChat : http://goo.gl/A2Z0aDYahoo : bacanpokercs04bbm : 55A52F68Wechat : CSBACANWhatsapp : +66622576841Line : CSBACAN_LINEFacebook : BACANPOKER


0 komentar:
Posting Komentar