Rabu, 03 Agustus 2016

Party Seks Anak- Anak SMP

Cerita Seks|Cerita Dewasa|Cerita Sex|Cerita Porno|Cerita Mesum |Cerita pemerkosaan|Cerita Skandal|Cerita Selingkuh|Cerita Dewasa Terbaru|Cerita Sex Sedarah|Cerita Sex ABG|Cerita Hot|Pengalaman Sex|Cerita Panas|Sex Ibu Kandung


Poker online BacanPoker.Com 


Namaku Sonny, dulu sewaktu masih


SMP ada beberapa teman wanita yang


naksir denganku, maklumlah waktu itu


aku bintang kelas di SMP tersebut, di


antara perempuan-perempuan tersebut


adalah Rere, Vinvin (nama samaran)


yang ada hubungannya dengan ceritaku


ini.


Aku sekarang sudah bekerja di suatu


perusahaan swasta di Jakarta yang


kebetulan aku termasuk eksekutif


muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku


ada meeting di Surabaya dan kebetulan


hari itu ulang tahun Rere (Rere


termasuk wanita yang lumayan


tingginya 170, branya 36 dan bodinya


itu tuch yang semok alias seksi


montok).


Sehabis meeting, aku iseng menelepon


Rere dan dia mengundangku datang ke


rumahnya. Kemudian aku langsung saja


cabut ke rumah Rere, eh nggak


tahunya di situ ramai juga teman-


temennya yang datang, termasuk


Vinvin.


Acara pesta tersebut berlangsung


sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut


Rere cerita kepadaku kalau minggu


depan dia mau menikah terus Vinvin


minggu depannya lagi, lalu Rere cerita


masa-masa dia naksir aku terus


sampai sekarang dia masih kangen


berat. Maklumlah sudah 2 tahunan


nggak jumpa.


Kebetulan waktu itu komputer dia lagi


ngadat. Nah kesempatan buatku untuk


tinggal lebih lama. Langsung saja


kucoba membetulkan PC-nya.


Sementara di rumahnya tinggal Vinvin


saja yang belum pulang dan orang


tuanya juga nggak ada.


Pas sedang asyik mengutak-atik PC-


nya, dia menungguku di sampingku


dengan sekali-sekali melirikku, aku


sendiri masih hati-hati mau menembak


dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main


serobot saja.


Dari belakang Vinvin langsung


memelukku dan meng-kiss pipiku


(Vinvin nggak beda jauh sama Rere,


bedanya mata Rere kebiru-biruan


sedikit dan lebih hitam dari Vinvin).


Punggungku terasa ada benda kental


yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin


membisikan kalau dia masih kepingin


denganku, terus aku responin juga


kalau aku kangen juga, terus kulumat


saja bibirnya yang mungil kemerah-


merahan itu.


Vinvin langsung balas dengan penuh


nafsu dan tetap memelukku Dari


belakang tapi tangannya sudah


langsung menggerayangi penisku,


dalam hati ini anak kepingin di embat


nich. Aku lihat Rere disampingku


bengong saja dan cemberut merasa


kalah duluan.


Terus Rere pergi sebentar, aku masa


bodoh saja, kutarik si Vinvin ke


pangkuanku dan bibirnya masih kulumat


habis. Gila! nafsunya besar sekali!


Setelah itu kualihkan Dari bibir,


kukecup terus ke bawah sambil


tanganku meraba buah dadanya yang


besar dan kenyal.


Pas kukecup di belahan buah dadanya,


Vinvin berteriak, “Sstt aahhâ€


dan semakin kencang remasan


tangannya yang sudah masuk ke CD-ku,


kubuka saja bajunya terus branya


sekalian. Kelihatan buah dadanya


menggantung siap diremas habis.


Dengan gemasnya kulumat habis buah


dadanya sampai dia menggelinjang


keenakan dan suara yang “sstt


sstt aahh…†Setelah itu tanganku


pindah ke CD-nya yang sudah basah,


langsung saja kulepas roknya.


Dia pun kelihatan bugil tapi masih


pakai CD.


Terus Rere datang dengan


membisikanku bahwa kalau mau


meneruskan di dalam kamarnya saja.


Tanpa pikir lama-lama, langsung saja


kugendong Vinvin sambil buah dadanya


terus kuhisap ke dalam kamar Rere.


Terus aku telentangi Vinvin di tempat


tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah


pasrah menantang, langsung saja


kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu


Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung


saja kulepas celanaku sama CD-ku


sampai aku bugil ria. Terdengar


teriakan Rere kaget melihat penisku


sepanjang 22 cm dan gede banget


katanya sambil ngeloyor pergi


meninggalkanku dan Vinvin.


Aku tidak peduli lagi sama dia,


langsung saja penisku aku arahkan ke


vagina Vinvin, uhh seret banget, dan


kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan


berteriak, “Aakkhh eegghh…â€


Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke


kanan sambil tangannya meremas


seprei. Rupanya dia masih Virgin


sehingga seret sekali memasukannya.


Baru kepalanya saja Vinvin sudah


teriak.


Aku tahan sebentar, terus tiba-tiba


langsung saja kusodok lebih keras,


Vinvin langsung saja teriak kencang


sekali. Masa bodoh, aku teruskan saja


sodokanku sampai mentok. Rasanya


nikmat banget, penisku seperti


diremas-remas dan hangat-hangat


basah.


Sambil menarik napas, kulihat kalau


Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi


rupanya dia meringis menahan sakit,


kebesaran barangkali yach? Setelah itu


aku tarik penisku pelan-pelan dan


kelihatan sekali vagina Vinvin ikut


ketarik terus kepalanya geleng-geleng


ke kiri dan ke kanan sama matanya


terpejam-pejam keenakan sambil


teriak, “Sstt aahh sshh egghh…â


€ Sampai penisku tinggal kepalanya


saja, langsung saja aku sodok lagi ke


vaginanya sekeras-kerasnya, â


€œBleesshh…†Vinvin berteriak,


“aahh..†Kira-kira 5 menitan


vagina Vinvin terasa seret.


Setelah itu vaginanya baru terasa licin


hingga semakin nikmat buat disodok,


semakin lama sodokanku semakin


kupercepat sampai Vinvin kelihatan


cuma bisa menahan saja. Rupanya


Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh


Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri


dan ke kanan sambil mengikuti


gerakanku. Baru beberapa menit Vinvin


sudah teriak nggak karuan, rupanya


dia mau orgasme.


Makin kupercepat gerakanku, akhirnya


Vinvin berteriak kencang sekali


sembari memelukku kencang-kencang,


lama sekali Vinvin memelukku sampai


akhirnya dia telentang lagi kecapaian


tapi penisku masih menancap di


vaginanya.


Sekilas kulihat kalau Rere melihatku


sambil menggigit jarinya, terus Rere


mendekati kami berdua kemudian


bertanya “Bagaimana tadi?â€


Aku senyum saja sambil penisku masih


kutancapkan di vagina Vinvin, terus


Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol


kepadaku.


Aku iseng, kupegang tangan Rere


terus aku remas-remas. Tapi dia tetap


diam saja. Setelah itu kutarik dia lalu


kucium bibirnya yang ranum dan


tubuhnya kutelentangi di atas perut


Vinvin tapi penisku masih tetap


menancap di vagina Vinvin, tidak


ketinggalan kuremas-remas buah dada


Rere sambil matanya terpejam


menikmati lumatan bibirku dan remasan


tanganku.


Sementara si Vinvin mencabut penisku


lalu pergi ke kamar kecil dan jalannya


sempoyongan seperti vaginanya ada


yang mengganjal. Terus kubuka saja


baju Rere sementara tangannya sudah


merangkul tengkukku. Setelah itu


kujilati saja buah dadanya sambil


sekali-kali kuhisap sampai dia


menggelinjang kegelian.


Terus kuraba CD-nya. Rupanya sudah


basah, nggak ambil peduli langsung


saja kulepas seluruh celananya sampai


Rere benar-benar bugil. Terus aku


suruh Rere pegang penisku sampai


muka dia kelihatan kemerahan.


Rupanya dia belum pernah merasakan


begituan.


Setelah itu aku perbaiki posisinya biar


nikmat buat menyodok vaginanya.


Kemudian Rere bertanya kalau dia mau


diapakan. Aku suruh Rere pegang


penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia


tercengang mendengar kataku, tapi dia


tetap melakukan juga. Sambil matanya


terpejam, Rere mulai menggesek


penisku kevaginanya, pas menyentuh


vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil


mendesah-desah, “Aahh…â€,


sementara aku sibuk meremas-remas


sambil menjilati buah dadanya yang


semakin lama semakin mengeras dan


kelihatan puting buah dadanya semakin


munjung keatas.


Pelan-pelan kudorong pantatku sampai


penisku menempel lebih kencang di


mulut vaginanya. Rere diam saja malah


semakin keras rintihannya, eh nggak


tahunya Vinvin tiba-tiba saja


mendorong pantatku sekeras-kerasnya


secara langsung penisku kedorong


masuk kedalam vagina Rere sedangkan


Rere menjerit keras, “aakkh sakit


Sonny, apa-apaan kamuâ€, sambil


badan Rere menggeliat-geliat


kesakitan sementara tangannya


menahan pinggulku.


Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau


sakitnya hanya sebentar saja, terus


Vinvin malah mendorong lebih keras


lagi sambil menarik tangan Rere biar


tidak menahan gerakan pinggulku.


Rere kelihatan menahan sakit sambil


menggigit bibirnya. Sampai akhirnya


masuk semua penisku.


Rere kelihatan mulai mengatur


nafasnya yang tersengal-sengal


selama menahan tadi. Aku biarkan dulu


beberapa menit sambil mencumbu Rere


biar dia tambah naik sementara Vinvin


yang masih bugil tadi melihat saja di


samping tempat tidur sambil tertawa


centil.


Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik


lagi, malah semakin menggebu saja.


Mulai kutarik penisku pelan-pelan


terus kusodok lalu masuk agak


kencangan sedikit, seret sekali.


Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin


mengintip lewat jendela kamar lalu


pakai bajunya yang panjang sampai


lutut terus Vinvin ngeloyor pergi


sambil ngomong, “Nyantai saja,


terusin biar aku yang nemuinâ€,


tahu gitu aku teruskan saja


kegiatanku yang sempat terhenti, aku


lihat Rere masih nyengir sambil


kepalanya geleng kekiri dan kekanan


terus pinggulnya digerakan pula


mengikuti irama gerakanku. Rupanya


vaginanya cepat basah dan mampu


menelan penisku sampai penuh.


Sementara tanganku sibuk meremas


buah dada Rere, aku terus


menggenjotnya semakin cepat sampai


dia mendesah-desah lebih keras terus


tangannya meraba-raba punggungku


lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas


pantatku sambil memelukku dan


berteriak “aagghhâ€, kencang


sekali hingga gerakanku tertahan dan


terasa ada cairan hangat keluar dari


vaginanya hingga menambah rasa


nikmat.


Rupanya dia orgasme beruntun,


setelah pelukan dia mulai kendor. Aku


teruskan lagi genjotanku pelan-pelan


sambil mulai mencumbu dia biar naik


lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi


terus aku ambil posisi lebih tegak


sambil tanganku pegang pinggulnya dan


tangannya memuntir-muntir putingku


sambil tersenyum manis.


Makin lama gerakanku semakin


kupercepat sodokanku, waktu


kudorong ke vaginanya aku keras-


kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai


memejamkan matanya dan kepalanya


geleng-geleng ke kiri dan ke kanan


mengikuti irama genjotanku. Aku


sendiri rupanya sudah mau orgasme,


maka aku genjot lebih kencang lagi


sampai vaginanya bunyi kencang


banget, nggak lama aku mau keluar


kutarik penisku biar ejakulasi di luar.


Dia malah menahan pantatku biar


nggak ditarik ke luar langsung saja


kudorong lagi sembari kupeluk dia


erat-erat sambil teriak, â


€œAargghh.. eegghh..â€, kemudian


Rere juga teriak lama sekali, aku


ejakulasi di dalam vagina Rere sampai


Rere gelagapan nggak bisa napas,


kira-kira semenitan aku dekap Rere


erat-erat sampai aku kehabisan


tenaga, terus kucabut penisku dan


kelihatan maniku sampai keluar dari


vaginanya bareng darah perawannya


yang sobek karena kerasnya serobotan


penisku dibantu dorongan Vinvin yang


keras dan tiba-tiba tadi.


Sementara itu Vinvin kedengarannya


ngobrol sama seorang cewek, rupanya


teman Rere itu ketinggalan dompet


terus kebetulan Vinvin juga kenal


sama dia, nggak lama kemudian Vinvin


masuk ke kamar terus menanyakan


aku, “Mau kenalan nggak sama


temanku?


Aku jawab, “Masa aku bugil begini


mau dikenalinâ€, “Cuek saja,


lagian tadi aku sama dia sudah ngintip


lu waktu sama Rere tadiâ€, aku


bengong saja terus Vinvin membisikan


sesuatu ke Rere terus Rere


mengangguk sambil tertawa cekikikan


terus Rere membisikan kepadaku


supaya aku nanti menurut saja,


katanya asyik sich.


Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai


selimut menemui temannya tadi terus


diajak masuk sebentar ke kamar Rere


sambil matanya ditutup pakai T-shirt


Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat


ke aku biar diam saja sambil menuntun


Christ (nama temannya tadi) supaya


rebahan dulu di tempat tidur.


Tentu saja Christ bertanya kalau ada


apa ini. Lalu Vinvin bilang kalau entar


pasti nikmat dan nikmati saja.


Christ mengangguk saja lalu Vinvin


menyuruh Rere pegang tangan Christ


yang diangkat di atas kepalanya dan


Vinvin meraba-raba sekujur badan


Christ di dalam bajunya, tentu saja


Christ teriak kegelian sampai akhirnya


mendesah-desah keasyikan.


lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di


atas paha Christ beralih ke samping


sambil kasih kode ke aku biar aku


duduk menggantikan dia sambil tangan


Vinvin dimasukan ke dalam bra punya


Christ, aku menurut saja sambil mulai


mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh


seksi Christ, sementara Christ kaget


dan mulai meronta-ronta nggak mau


diteruskan.


aku yang sudah tanggung begitu


langsung saja turun lalu menarik kaki


Christ supaya posisi pantatnya pas di


sudut tempat tidur kelihatan Rere


mengikuti dan tetap memegang tangan


Christ yang sudah mulai meronta dan


berteriak-teriak “Janganâ€, lalu


Vinvin menutup mulut Christ dan


melumat bibirnya sembari kasih kode


ke aku biar diteruskan saja, langsung


kubuka ritsluiting celananya dan


kelihatan pahanya yang putih dan


bentuk kakinya yang seksi membuat


aku cepat naik, waktu aku mau


peloroti CD-nya, Christ malah


meronta-ronta sambil kakinya


menendang-nendang hingga aku


kesulitan.


Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu


CD-nya aku tarik paksa sampai di


bawah lututnya terus aku berdiri


sedikit buat melepas CD-nya tadi habis


itu aku kangkangi pahanya sembari aku


arahkan penisku yang sudah tegang


berat ke vagina Christ yang ada di


sudut tempat tidur itu.


Setelah kepala penisku menyentuh


mulut vaginanya, aku pegangi


pinggulnya biar Christ agak diam nggak


meronta-ronta supaya aku bisa


menyodok dengan mantap, gerakan


pinggul Christ sudah dapat aku tahan


lalu aku cepat-cepat menyodok penisku


sekeras-kerasnya ke vaginanya.


sesaat kelihatan gerakan Christ yang


berontak tertahan selama aku dorong


masuk penisku tadi sampai mentok,


seret banget dan masih agak licin, aku


lihat Vinvin masih melumat bibir Christ


sementara Rere melihat penisku yang


sudah menancap 3/4 saja di vagina


Christ tadi.


setelah aku diamkan beberapa saat,


aku tarik lagi penisku lalu kudorong


masuk lagi sementara Christ kembali


meronta-ronta menambah nikmatnya


goyangan liarnya, lama-lama Christ


mulai melemah rontanya dan mulai


kedengaran desahan Christ, nggak


tahunya Vinvin sudah nggak melumat


bibirnya tadi.


Mendengar desahan dan rintihannya itu


bikin aku semakin ganas, tanganku


mulai meraba ke atas dibalik T-


shirtnya sampai menyentuh buah


dadanya yang masih terbungkus bra.


Lalu aku singkap bajunya ke atas terus


Vinvin membantu membukakan bra


Christ tadi sementara Rere sudah


melepaskan pegangan tangannya dan


Rere mengambil guling lalu memeluk


guling itu sambil menggigit bibirnya


sambil terus melihatku yang lagi â


€œngerjain†Christ dengan ganas.


lalu Vinvin ke kamar mandi sementara


aku semakin percepat gerakanku yang


semakin keras sambil kuremas-remas


dan kujilati puting buah dadanya yang


sudah merah merona serta desahan


dan rintihan Christ yang menambah


nafsuku.


Rupanya rontaan Christ yang liar


membuatku semakin cepat keluar, baru


5 menitan aku sudah nggak tahan lagi,


aku dorong keras-keras sambil kupeluk


Christ sekencang-kencangnya sampai


Christ nggak bisa nafas tapi masih


tetap menggoyang pinggulnya.


aku ejakulasi 30 detik lamanya


kemudian Christ gantian mendekapku


sambil menggigit telingaku sembari


melenguh menahan kenikmatan yang


baru dia rasakan, sementara penisku


yang masih di dalam vagina Christ


terasa hangat karena cairan yang


keluar dari vaginanya tadi.


Christ orgasme sampai 15 detik lalu


aku terkulai lemas di samping tubuh


Christ lalu Vinvin kembali ke tempat


tidur lagi dan kami berempat pun


terdiam tanpa ada yang berbicara


sampai tertidur semuanya.Namaku Sonny, dulu sewaktu masih






SMP ada beberapa teman wanita yang


naksir denganku, maklumlah waktu itu


aku bintang kelas di SMP tersebut, di


antara perempuan-perempuan tersebut


adalah Rere, Vinvin (nama samaran)


yang ada hubungannya dengan ceritaku


ini.


Aku sekarang sudah bekerja di suatu


perusahaan swasta di Jakarta yang


kebetulan aku termasuk eksekutif


muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku


ada meeting di Surabaya dan kebetulan


hari itu ulang tahun Rere (Rere


termasuk wanita yang lumayan


tingginya 170, branya 36 dan bodinya


itu tuch yang semok alias seksi


montok).


Sehabis meeting, aku iseng menelepon


Rere dan dia mengundangku datang ke


rumahnya. Kemudian aku langsung saja


cabut ke rumah Rere, eh nggak


tahunya di situ ramai juga teman-


temennya yang datang, termasuk


Vinvin.


Acara pesta tersebut berlangsung


sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut


Rere cerita kepadaku kalau minggu


depan dia mau menikah terus Vinvin


minggu depannya lagi, lalu Rere cerita


masa-masa dia naksir aku terus


sampai sekarang dia masih kangen


berat. Maklumlah sudah 2 tahunan


nggak jumpa.


Kebetulan waktu itu komputer dia lagi


ngadat. Nah kesempatan buatku untuk


tinggal lebih lama. Langsung saja


kucoba membetulkan PC-nya.


Sementara di rumahnya tinggal Vinvin


saja yang belum pulang dan orang


tuanya juga nggak ada.


Pas sedang asyik mengutak-atik PC-


nya, dia menungguku di sampingku


dengan sekali-sekali melirikku, aku


sendiri masih hati-hati mau menembak


dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main


serobot saja.


Dari belakang Vinvin langsung


memelukku dan meng-kiss pipiku


(Vinvin nggak beda jauh sama Rere,


bedanya mata Rere kebiru-biruan


sedikit dan lebih hitam dari Vinvin).


Punggungku terasa ada benda kental


yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin


membisikan kalau dia masih kepingin


denganku, terus aku responin juga


kalau aku kangen juga, terus kulumat


saja bibirnya yang mungil kemerah-


merahan itu.


Vinvin langsung balas dengan penuh


nafsu dan tetap memelukku Dari


belakang tapi tangannya sudah


langsung menggerayangi penisku,


dalam hati ini anak kepingin di embat


nich. Aku lihat Rere disampingku


bengong saja dan cemberut merasa


kalah duluan.


Terus Rere pergi sebentar, aku masa


bodoh saja, kutarik si Vinvin ke


pangkuanku dan bibirnya masih kulumat


habis. Gila! nafsunya besar sekali!


Setelah itu kualihkan Dari bibir,


kukecup terus ke bawah sambil


tanganku meraba buah dadanya yang


besar dan kenyal.


Pas kukecup di belahan buah dadanya,


Vinvin berteriak, “Sstt aahhâ€


dan semakin kencang remasan


tangannya yang sudah masuk ke CD-ku,


kubuka saja bajunya terus branya


sekalian. Kelihatan buah dadanya


menggantung siap diremas habis.


Dengan gemasnya kulumat habis buah


dadanya sampai dia menggelinjang


keenakan dan suara yang “sstt


sstt aahh…†Setelah itu tanganku


pindah ke CD-nya yang sudah basah,


langsung saja kulepas roknya.


Dia pun kelihatan bugil tapi masih


pakai CD.


Terus Rere datang dengan


membisikanku bahwa kalau mau


meneruskan di dalam kamarnya saja.


Tanpa pikir lama-lama, langsung saja


kugendong Vinvin sambil buah dadanya


terus kuhisap ke dalam kamar Rere.


Terus aku telentangi Vinvin di tempat


tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah


pasrah menantang, langsung saja


kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu


Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung


saja kulepas celanaku sama CD-ku


sampai aku bugil ria. Terdengar


teriakan Rere kaget melihat penisku


sepanjang 22 cm dan gede banget


katanya sambil ngeloyor pergi


meninggalkanku dan Vinvin.


Aku tidak peduli lagi sama dia,


langsung saja penisku aku arahkan ke


vagina Vinvin, uhh seret banget, dan


kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan


berteriak, “Aakkhh eegghh…â€


Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke


kanan sambil tangannya meremas


seprei. Rupanya dia masih Virgin


sehingga seret sekali memasukannya.


Baru kepalanya saja Vinvin sudah


teriak.


Aku tahan sebentar, terus tiba-tiba


langsung saja kusodok lebih keras,


Vinvin langsung saja teriak kencang


sekali. Masa bodoh, aku teruskan saja


sodokanku sampai mentok. Rasanya


nikmat banget, penisku seperti


diremas-remas dan hangat-hangat


basah.


Sambil menarik napas, kulihat kalau


Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi


rupanya dia meringis menahan sakit,


kebesaran barangkali yach? Setelah itu


aku tarik penisku pelan-pelan dan


kelihatan sekali vagina Vinvin ikut


ketarik terus kepalanya geleng-geleng


ke kiri dan ke kanan sama matanya


terpejam-pejam keenakan sambil


teriak, “Sstt aahh sshh egghh…â


€ Sampai penisku tinggal kepalanya


saja, langsung saja aku sodok lagi ke


vaginanya sekeras-kerasnya, â


€œBleesshh…†Vinvin berteriak,


“aahh..†Kira-kira 5 menitan


vagina Vinvin terasa seret.


Setelah itu vaginanya baru terasa licin


hingga semakin nikmat buat disodok,


semakin lama sodokanku semakin


kupercepat sampai Vinvin kelihatan


cuma bisa menahan saja. Rupanya


Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh


Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri


dan ke kanan sambil mengikuti


gerakanku. Baru beberapa menit Vinvin


sudah teriak nggak karuan, rupanya


dia mau orgasme.


Makin kupercepat gerakanku, akhirnya


Vinvin berteriak kencang sekali


sembari memelukku kencang-kencang,


lama sekali Vinvin memelukku sampai


akhirnya dia telentang lagi kecapaian


tapi penisku masih menancap di


vaginanya.


Sekilas kulihat kalau Rere melihatku


sambil menggigit jarinya, terus Rere


mendekati kami berdua kemudian


bertanya “Bagaimana tadi?â€


Aku senyum saja sambil penisku masih


kutancapkan di vagina Vinvin, terus


Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol


kepadaku.


Aku iseng, kupegang tangan Rere


terus aku remas-remas. Tapi dia tetap


diam saja. Setelah itu kutarik dia lalu


kucium bibirnya yang ranum dan


tubuhnya kutelentangi di atas perut


Vinvin tapi penisku masih tetap


menancap di vagina Vinvin, tidak


ketinggalan kuremas-remas buah dada


Rere sambil matanya terpejam


menikmati lumatan bibirku dan remasan


tanganku.


Sementara si Vinvin mencabut penisku


lalu pergi ke kamar kecil dan jalannya


sempoyongan seperti vaginanya ada


yang mengganjal. Terus kubuka saja


baju Rere sementara tangannya sudah


merangkul tengkukku. Setelah itu


kujilati saja buah dadanya sambil


sekali-kali kuhisap sampai dia


menggelinjang kegelian.


Terus kuraba CD-nya. Rupanya sudah


basah, nggak ambil peduli langsung


saja kulepas seluruh celananya sampai


Rere benar-benar bugil. Terus aku


suruh Rere pegang penisku sampai


muka dia kelihatan kemerahan.


Rupanya dia belum pernah merasakan


begituan.


Setelah itu aku perbaiki posisinya biar


nikmat buat menyodok vaginanya.


Kemudian Rere bertanya kalau dia mau


diapakan. Aku suruh Rere pegang


penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia


tercengang mendengar kataku, tapi dia


tetap melakukan juga. Sambil matanya


terpejam, Rere mulai menggesek


penisku kevaginanya, pas menyentuh


vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil


mendesah-desah, “Aahh…â€,


sementara aku sibuk meremas-remas


sambil menjilati buah dadanya yang


semakin lama semakin mengeras dan


kelihatan puting buah dadanya semakin


munjung keatas.


Pelan-pelan kudorong pantatku sampai


penisku menempel lebih kencang di


mulut vaginanya. Rere diam saja malah


semakin keras rintihannya, eh nggak


tahunya Vinvin tiba-tiba saja


mendorong pantatku sekeras-kerasnya


secara langsung penisku kedorong


masuk kedalam vagina Rere sedangkan


Rere menjerit keras, “aakkh sakit


Sonny, apa-apaan kamuâ€, sambil


badan Rere menggeliat-geliat


kesakitan sementara tangannya


menahan pinggulku.


Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau


sakitnya hanya sebentar saja, terus


Vinvin malah mendorong lebih keras


lagi sambil menarik tangan Rere biar


tidak menahan gerakan pinggulku.


Rere kelihatan menahan sakit sambil


menggigit bibirnya. Sampai akhirnya


masuk semua penisku.


Rere kelihatan mulai mengatur


nafasnya yang tersengal-sengal


selama menahan tadi. Aku biarkan dulu


beberapa menit sambil mencumbu Rere


biar dia tambah naik sementara Vinvin


yang masih bugil tadi melihat saja di


samping tempat tidur sambil tertawa


centil.


Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik


lagi, malah semakin menggebu saja.


Mulai kutarik penisku pelan-pelan


terus kusodok lalu masuk agak


kencangan sedikit, seret sekali.


Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin


mengintip lewat jendela kamar lalu


pakai bajunya yang panjang sampai


lutut terus Vinvin ngeloyor pergi


sambil ngomong, “Nyantai saja,


terusin biar aku yang nemuinâ€,


tahu gitu aku teruskan saja


kegiatanku yang sempat terhenti, aku


lihat Rere masih nyengir sambil


kepalanya geleng kekiri dan kekanan


terus pinggulnya digerakan pula


mengikuti irama gerakanku. Rupanya


vaginanya cepat basah dan mampu


menelan penisku sampai penuh.


Sementara tanganku sibuk meremas


buah dada Rere, aku terus


menggenjotnya semakin cepat sampai


dia mendesah-desah lebih keras terus


tangannya meraba-raba punggungku


lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas


pantatku sambil memelukku dan


berteriak “aagghhâ€, kencang


sekali hingga gerakanku tertahan dan


terasa ada cairan hangat keluar dari


vaginanya hingga menambah rasa


nikmat.


Rupanya dia orgasme beruntun,


setelah pelukan dia mulai kendor. Aku


teruskan lagi genjotanku pelan-pelan


sambil mulai mencumbu dia biar naik


lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi


terus aku ambil posisi lebih tegak


sambil tanganku pegang pinggulnya dan


tangannya memuntir-muntir putingku


sambil tersenyum manis.


Makin lama gerakanku semakin


kupercepat sodokanku, waktu


kudorong ke vaginanya aku keras-


kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai


memejamkan matanya dan kepalanya


geleng-geleng ke kiri dan ke kanan


mengikuti irama genjotanku. Aku


sendiri rupanya sudah mau orgasme,


maka aku genjot lebih kencang lagi


sampai vaginanya bunyi kencang


banget, nggak lama aku mau keluar


kutarik penisku biar ejakulasi di luar.


Dia malah menahan pantatku biar


nggak ditarik ke luar langsung saja


kudorong lagi sembari kupeluk dia


erat-erat sambil teriak, â


€œAargghh.. eegghh..â€, kemudian


Rere juga teriak lama sekali, aku


ejakulasi di dalam vagina Rere sampai


Rere gelagapan nggak bisa napas,


kira-kira semenitan aku dekap Rere


erat-erat sampai aku kehabisan


tenaga, terus kucabut penisku dan


kelihatan maniku sampai keluar dari


vaginanya bareng darah perawannya


yang sobek karena kerasnya serobotan


penisku dibantu dorongan Vinvin yang


keras dan tiba-tiba tadi.


Sementara itu Vinvin kedengarannya


ngobrol sama seorang cewek, rupanya


teman Rere itu ketinggalan dompet


terus kebetulan Vinvin juga kenal


sama dia, nggak lama kemudian Vinvin


masuk ke kamar terus menanyakan


aku, “Mau kenalan nggak sama


temanku?


Aku jawab, “Masa aku bugil begini


mau dikenalinâ€, “Cuek saja,


lagian tadi aku sama dia sudah ngintip


lu waktu sama Rere tadiâ€, aku


bengong saja terus Vinvin membisikan


sesuatu ke Rere terus Rere


mengangguk sambil tertawa cekikikan


terus Rere membisikan kepadaku


supaya aku nanti menurut saja,


katanya asyik sich.


Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai


selimut menemui temannya tadi terus


diajak masuk sebentar ke kamar Rere


sambil matanya ditutup pakai T-shirt


Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat


ke aku biar diam saja sambil menuntun


Christ (nama temannya tadi) supaya


rebahan dulu di tempat tidur.


Tentu saja Christ bertanya kalau ada


apa ini. Lalu Vinvin bilang kalau entar


pasti nikmat dan nikmati saja.


Christ mengangguk saja lalu Vinvin


menyuruh Rere pegang tangan Christ


yang diangkat di atas kepalanya dan


Vinvin meraba-raba sekujur badan


Christ di dalam bajunya, tentu saja


Christ teriak kegelian sampai akhirnya


mendesah-desah keasyikan.


lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di


atas paha Christ beralih ke samping


sambil kasih kode ke aku biar aku


duduk menggantikan dia sambil tangan


Vinvin dimasukan ke dalam bra punya


Christ, aku menurut saja sambil mulai


mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh


seksi Christ, sementara Christ kaget


dan mulai meronta-ronta nggak mau


diteruskan.


aku yang sudah tanggung begitu


langsung saja turun lalu menarik kaki


Christ supaya posisi pantatnya pas di


sudut tempat tidur kelihatan Rere


mengikuti dan tetap memegang tangan


Christ yang sudah mulai meronta dan


berteriak-teriak “Janganâ€, lalu


Vinvin menutup mulut Christ dan


melumat bibirnya sembari kasih kode


ke aku biar diteruskan saja, langsung


kubuka ritsluiting celananya dan


kelihatan pahanya yang putih dan


bentuk kakinya yang seksi membuat


aku cepat naik, waktu aku mau


peloroti CD-nya, Christ malah


meronta-ronta sambil kakinya


menendang-nendang hingga aku


kesulitan.


Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu


CD-nya aku tarik paksa sampai di


bawah lututnya terus aku berdiri


sedikit buat melepas CD-nya tadi habis


itu aku kangkangi pahanya sembari aku


arahkan penisku yang sudah tegang


berat ke vagina Christ yang ada di


sudut tempat tidur itu.


Setelah kepala penisku menyentuh


mulut vaginanya, aku pegangi


pinggulnya biar Christ agak diam nggak


meronta-ronta supaya aku bisa


menyodok dengan mantap, gerakan


pinggul Christ sudah dapat aku tahan


lalu aku cepat-cepat menyodok penisku


sekeras-kerasnya ke vaginanya.


sesaat kelihatan gerakan Christ yang


berontak tertahan selama aku dorong


masuk penisku tadi sampai mentok,


seret banget dan masih agak licin, aku


lihat Vinvin masih melumat bibir Christ


sementara Rere melihat penisku yang


sudah menancap 3/4 saja di vagina


Christ tadi.


setelah aku diamkan beberapa saat,


aku tarik lagi penisku lalu kudorong


masuk lagi sementara Christ kembali


meronta-ronta menambah nikmatnya


goyangan liarnya, lama-lama Christ


mulai melemah rontanya dan mulai


kedengaran desahan Christ, nggak


tahunya Vinvin sudah nggak melumat


bibirnya tadi.


Mendengar desahan dan rintihannya itu


bikin aku semakin ganas, tanganku


mulai meraba ke atas dibalik T-


shirtnya sampai menyentuh buah


dadanya yang masih terbungkus bra.


Lalu aku singkap bajunya ke atas terus


Vinvin membantu membukakan bra


Christ tadi sementara Rere sudah


melepaskan pegangan tangannya dan


Rere mengambil guling lalu memeluk


guling itu sambil menggigit bibirnya


sambil terus melihatku yang lagi â


€œngerjain†Christ dengan ganas.


lalu Vinvin ke kamar mandi sementara


aku semakin percepat gerakanku yang


semakin keras sambil kuremas-remas


dan kujilati puting buah dadanya yang


sudah merah merona serta desahan


dan rintihan Christ yang menambah


nafsuku.


Rupanya rontaan Christ yang liar


membuatku semakin cepat keluar, baru


5 menitan aku sudah nggak tahan lagi,


aku dorong keras-keras sambil kupeluk


Christ sekencang-kencangnya sampai


Christ nggak bisa nafas tapi masih


tetap menggoyang pinggulnya.


aku ejakulasi 30 detik lamanya


kemudian Christ gantian mendekapku


sambil menggigit telingaku sembari


melenguh menahan kenikmatan yang


baru dia rasakan, sementara penisku


yang masih di dalam vagina Christ


terasa hangat karena cairan yang


keluar dari vaginanya tadi.


Christ orgasme sampai 15 detik lalu


aku terkulai lemas di samping tubuh


Christ lalu Vinvin kembali ke tempat


tidur lagi dan kami berempat pun


terdiam tanpa ada yang berbicara


sampai tertidur semuanya. 



BacanPoker.Com adalah salah satu Agen Poker Indonesia yang terpercaya dengan beraneka ragam bonus yang menanti Anda. Segera Daftarkan diri Anda Disini dan dapatkan berbagai Bonus menarik


BacanPoker hadir kehadapan Anda dengan persentase mendapatkan BONUS JACKPOT lebih besar daripada Agen Poker Online Lainnya.

Silakan daftar di sini : CLICK UNTUK MENDAFTAR 

Contact Person :LiveChat : http://goo.gl/A2Z0aDYahoo : bacanpokercs04bbm : 55A52F68Wechat : CSBACANWhatsapp : +66622576841Line : CSBACAN_LINEFacebook : BACANPOKER

0 komentar:

Posting Komentar