Rabu, 03 Agustus 2016

Aku Dan Mamaku

Cerita Seks|Cerita Dewasa|Cerita Sex|Cerita Porno|Cerita Mesum |Cerita pemerkosaan|Cerita Skandal|Cerita Selingkuh|Cerita Dewasa Terbaru|Cerita Sex Sedarah|Cerita Sex ABG|Cerita Hot|Pengalaman Sex|Cerita Panas|Sex Ibu Kandung


Poker online BacanPoker.Com  

Namaku Dio, umurku saatini 16 tahun dan telah duduk dikelas 1 SMA. Aku

seorang laki-laki yang biasa-biasa saja dan tidak

terlalu populer dikalangan para gadis. Aku

mempunyai nafsu seks yang cukup tinggi tapi

tentunya hanya bisa aku tuntaskan dengan onani

sambil menonton film dewasa, menyedihkan. Aku

anak pertama dari keluargaku, adekku Sonya baru

saja lahir 5 bulan yang lalu dan masih dalam

tahap pemberian asi yang rutin oleh ibuku.

Cerita Sex: Menyusui Anak – Ist

Kadang setiap ada kesempatan, aku dapat

melihat payudara ibuku yang sedang asik

menyusui adikku yang masih bayi. Ibuku bernama

Risa masih berumur 33 tahun karena ibuku

menikah muda waktu umurnya masih 17 tahun,

sedangkan ayahku saat ini berusia 41 tahun

berbeda 8 tahun dari ibuku dan sedang sibuk-

sibuknya dengan proyeknya sehingga kadang

pulang larut malam atau bahkan tidak pulang

karena ada kerjaan di luar kota. Awalnya tidak

ada perasaan apapun melihat ibuku yang sedang

menyusui, namun sejak aku menonton film

ataupun cerita porno tentang hubungan sedarah

ibu dan anak, aku mulai tertarik memperhatikan

payudara ibuku yang putih mengkal penuh susu

tersebut. Bahkan kadang aku mulai berani

beronani sambil membayangkan tubuh dan

payudara ibuku.

Hari demi hari nafsuku semakin tinggi saja,

intensitas onaniku semakin sering dan tentunya

yang menjadi target onaniku adalah ibu

kandungku sendiri. Setiap ibu menyusui adikku,

aku selalu berusaha mencari kesempatan supaya

mendapatkan posisi yang pas melihat ibuku yang

sedang menyusui, baik ketika sedang menonton

tv atau saat dikamarnya. Awalnya tidak ada

kecurigaan apapun terhadapku tapi lama

kelamaan ibu mulai risih juga dengan kehadiranku

setiap menyusui adikku.

“Sayang.. kenapa sih liatin mama terus?” katanya

padaku sambil matanya melihat kearahku yang

sedang asik memperhatikan payudaranya.

“Eh, eh… gak ada apa-apa kok mah..” kataku

gagap.

“Beneran? Tapi kok liatin mama terus sih?

Cemburu ya sama adikmu?” kata mama

menggodaku. “Kalau kamu mau susu bikin aja

tuh di dapur, masih ada kok susu Prenag*n

mama dulu” katanya menggoda lagi.

“ahh.. mama becanda nih, masa Dio disuruh

minum susu ibu hamil sih ma” kataku pura-pura

ngambek, mamaku tertawa karenanya sehingga

dadanya berguncang bahkan terlepas dari

kuluman adikku sehingga memperlihatkan

putingnya yang coklat menggoda.

“Hihi, kamu sih, lagian kamu ngapain sih liatin

mama nyusuin adekmu?” tanya mamaku lagi.

“Gak ada apa-apa kok mah” jawabku yang masih

agak takut ketahuan sedang horny ngebayangin

mamaku.

“Hmmm.. iya deh.. kalau mau liat, liat aja.. tapi

inget yah.. liatnya gak pakai nafsu, masa liat

mama sendiri nafsu juga” ujar mamaku yang

akhirnya membiarkan saja aku memperhatikan

payudaranya yang sedang menyusui.

Aku tentu saja senang bukan main mendengarnya

dan tidak menyiakan kesempatan untuk melihat

mamaku menyusui adikku tanpa perlu takut

ditegur mamaku lagi. Aktifitas itu tidak

berlangsung terlalu lama, adikku akhirnya tertidur

setelah kenyang minum asi.

“Udah ya sayang.. adikmu udah tidur nih” kata

mamaku sambil memasang kembali branya dan

menutupnya dengan kemeja.

Aku cukup kecewa karenanya, tapi mamaku cuek

saja dan bangkit dari duduknya, sepertinya ingin

mengantarkan adikku ke ranjang bawa di

kamarnya. Aku iseng mengikutinya ke kamar,

setelah masuk ke kamar dan meletakkan adek

bayi mamaku heran melihat aku juga masuk ke

kamar.

“sayang? Ada apa?” tanya mamaku. Aku

berusaha tidak memandang matanya karena

grogi, akhirnya aku memandang ke arah ranjang

bayi.

“Gak ada kok mah, Cuma mau liat adik aja.

Sonya cantik yah ma, imut-imut” kataku

mengalihkan perhatian.

“Iya donk, mamanya kan juga cantik, iyakan

sayang?” kata mamaku bercanda menggodaku.

“Hehe, iya mah, mama yang paling cantik di

rumah ini” kataku membalas godaannya, mamaku

tertawa kecil, sungguh tertawa yang renyah dan

menyenangkan mendengarnya.

Payudaranya sekali lagi ku liat naik turun karena

tertawa, mamaku menyadari bahwa aku sedang

memperhatikan payudaranya lagi.

“Kamu ini.. emang gak puas tadi liat susu

mama?” katanya tenang namun masih dengan

senyum manis menghiasi wajahnya.

Sebuah senyum yang membuat hatiku berdebar

apalagi mendengar kata-kata mamaku barusan.

“Eh… aaa.. a..anuu” kataku gelagapan.

“Dasar, mama tahu kok usia seperti kamu saat ini

sedang panas-panasnya, tapi masa sama mama

kamu sendiri nafsu juga, nakal yah..” kata

mamaku.

“Kalau kamu horny banget, tuh nonton lagi sana

bokepmu itu, mama tahu kok kamu sering nonton

bokep di kamarmu”

Dugh!! Aku terkejut bukan main, ternyata mama

mengetahui aktifitasku yang satu itu.

“Dan juga kalau onani di kamar mandi disiram

dong sayang, masa dibiarkan gitu aja belepotan

di dinding sama di lantai, kamu kelupaan yah

nyiramnya? mama deh yang repot

membersihkannya.. jorok tahu.” sambung

mamaku lagi yang semakin membuat aku

terkejut.

Aku sadar kalau kadang aku lupa membersihkan

sperma yang belepotan, aduh… malu bukan main

ketahuan gini.

“eh.. eh.. iya ma.. sorry mah. Tapi gak apa-apa

kan mah kalau Dio onani dan nonton bokep?”

tanyaku pada mama tapi dengan agak malu dan

takut.

“iya-iya.. normal kok untuk laki-laki seusiamu,

tapi jangan keseringan” kata mamaku

mengiayakan.

Akhirnya sejak saat aku tidak perlu diam-diam

lagi onani atau nonton bokep, bahkan pintu

kamarku ku buka saja.

“Sayang.. makan malam…” kata mamaku di

depan pintu kamarku. Aku cukup terkejut

karenanya karena sedang asik nonton bokep

sambil mengelus barangku.

“Ayoooo… lagi ngapain? Nonton bokep yah?”

tanya mamaku menggoda.

“Eh, i-iya mah” jawabku gagap.

“ayo makan dulu, nanti sambung lagi.. “ kata

mamaku lagi. Aku segera berusaha bangkit

sambil mengeluarkan tanganku dari dalam

celanaku.

“Emang nonton apaan sayang? Bagus ceritanya?”

goda mamaku sambil tertawa.

“Eh.. iya mah, tentang ibu dan anak mah, panas

banget tadi mah, mereka gituan mulu setiap hari

mah di rumah, hehe”kataku terus terang pada

mamaku walaupun agak malu menceritakannya.

“Ckckc.. kamu suka cerita begituan? Ya udah ayo

makan dulu” ajak mamaku lagi.

Kamipun makan malam berdua saja karena papa

belum pulang dan adikku sudah tidur. Setelah

makan malam kami habiskan waktu menonton tv.

Mama saat itu hanya mengenakan baju tidur

dengan kemeja dan celana panjang. Namun

tonjolan payudaranya yang besar tidak mampu

disembunyikan dari balik kemejanya sehingga

membangkitkan nafsuku. Lagi-lagi mamaku

mengetahui aku yang sedang memperhatikan

payudaranya.

“Ckckck, kamu ini.. “ katanya namun membiarkan

saja aku dan mataku yang asik melihat ke arah

dadanya.

“Napa sayang? Mau liat lagi?” goda mamaku.

Walaupun aku sudah sering melihatnya apalagi

semenjak diperbolehkan melihat terang-terangan

namun aku tidak pernah puas dan selalu

ketagihan.

“Iya mah, boleh? Hehe” jawabku semangat.

“Iya-iya.. sini deh, dasar anak mama satu ini

nakal sama mamanya” kata mamaku. Mamaku

mulai membuka kancing bajunya, dimulai dari

yang paling atas, lalu kancing kedua.

“Cepetan mah..” pintaku gak sabaran dengan

dada yang semakin berdebar, mamaku hanya

tersenyum manis saja kepadaku.

Baru kali ini mama membuka bajunya yang hanya

ada aku di depannya, biasanya harus ada adik

bayi dahulu supaya aku dapat melihatnya.

Mamapun membuka kancingnya yang ketiga dan

menyisakan kancing ke empat yang masih

melekat. Aku kini dapat melihat bra warna

hitamnya yang tampak kontras dengan kulit

payudaranya yang putih mulus dengan urat-urat

biru disekitarnya. Mamaku mulai membuka

branya yang mempunyai kait di depan supaya

mempermudahnya menyusui adikku. Akhirnya

kedua payudara mama yang mengkal padat berisi

terpampang bebas di hadapan anak laki-laki

sulungnya tanpa ada kepala bayi lagi

menghalangi, membuat penisku langsung tegang

di balik celanaku.

“Ma, kancing bajunya dibuka semua dong..”

pintaku lagi.

“Iya-iya, dasar kamu abg mesum” setuju

mamaku. Akhirnya mama membuka seluruh

kancing kemejanya sehingga kini kemejanya

menggantung di tubuhnya memperlihatkan

belahan payudara hingga pusarnya untuk bebas

aku nikmati.

“Udah? Puas? Dasar kamu.. terus mau ngapain

lagi?” tanya mamaku menggoda sambil

tersenyum.

Aku yang tidak tahan segera memasukkan

tanganku ke dalam celanaku dan mengelus-

ngelus penisku, mamaku hanya tersenyum

melihat tingkahku dan membiarkanku menikmati

pemandangan yang ada di depan mataku.

“Ma.. boleh Dio peluk mama?” pintaku kali ini.

“Ya boleh dong.. masa anak sendiri gak boleh

meluk mamanya…” jawab mamaku.

Aku senang sekali, aku segera mendekatinya dan

merangkul tanganku memeluk tubuh mamaku dari

depan sehingga payudaranya yang padat tanpa

halangan berhimpitan dengan dadaku. Nikmat

sekali rasanya merasakan himpitan payudara

mamaku yang menekan dadaku. Aku memeluknya

sambil membelai punggung dan rambutnya begitu

juga mamaku. Cukup lama kami berpelukan

seperti itu, hingga aku melepaskan pelukanku.

Mamaku tersenyum kepadaku sambil melepaskan

pula pelukanku.

“Kenapa sayang? Berdebar gitu dadanya? Hihi”

tanya mamaku menggoda.

“hehe, iya mah.. gimana gak berdebar mah,

pemandangannya enak gini, terus susu mama

tadi nekan-nekan dada Dio lagi.” Jawabku

cengengesan.

“Ma, boleh gak Dio lepasin baju sama celana Dio

juga?” Pintaku.

“mau apa sih kamu emangnya? Iya deh, buka

aja.. sekalian aja dengan celana dalammu,

bebasin aja tuh burungmu.. tegang gitu, nafsu

ya?” jawab mamaku. Aku yang senang

mendangar jawaban mamaku segera berdiri dan

membuka baju dan celanaku menyisakan celana

dalamku.

“Itu kolornya mau mama yang bukain?” tawar

mamaku.

“hehe, boleh mah..” kataku sambil memajukan

pinggulku ke arah mamaku.

Dia segera menyeipkan jari lentiknya di sela

celana dalamku dan menariknya perlahan ke

bawah, memperlihatkan penisku yang telah

mengacung tegak dihadapannya.

“wah.. udah tegang yah penisnya, gitu amat

nafsunya ke ibu kandung kamu sendiri..” ujarnya

menggoda. Aku cengengesan sendiri.

“Mau nyusu lagi gak seperti waktu kamu kecil

dulu?” goda mamaku.

“Eh.. eh, mau mah..mau banget.. hehe” tentu

saja aku mau, itu adalah sesuatu yang aku impi-

impikan .

“Ya udah sini dekat-dekat ke mama” ajak

mamaku.

Aku mendekatinya dan duduk di sampingnya

sambil bertelanjang bulat sedangkan mamaku

hanya mengenakan celana panjang dengan

kemeja yang terbuka didepannya, memperlihatkan

kedua bukit payudaranya yang montok berisi

penuh susu. Aku dekatkan wajahku ke pucuk

payudaranya dan menempelkan bibirku ke

putingnya. Aku mulai mengulum putingnya dan

mengenyotnya sehingga air susunya yang hangat

mulai keluar dan masuk dengan nikmat ke

kerongkonganku.

“Dasar kamu, udah gede masih nyusu ke

mamanya. Tuh lihat burung kamu negang gitu”

ujar mamaku, aku hanya senyum-senyum saja

mendengarnya sambil masih asik mengenyot susu

mama.

Tiba-tiba terdengar suara pagar digeser, papaku

pulang. Dengan segera aku melepaskan

kulumanku dan memungut pakaianku yang

berserakan di lantai dan berlari ke kamarku.

Mamaku juga segera memakai bra nya dan

memasang kembali kemejanya. Sial… nanggung

banget, gerutuku. Aku dapat mendengar

percakapan mereka samar0samar dari kamarku.

“Udah pulang pa?”

“nggak, baru pergi.. ya iyalah baru pulang” kata

papaku tertawa diikuti mamaku. Tapi.. duh

gawat, celana dalamku tertinggal di sana. Aku

panik.

“Dasar kamu, udah gede masih nyusu ke

mamanya.

Tuh lihat burung kamu negang gitu” Ujarku

menggoda anakku yang nakal ini.

Dia masih dengan enaknya menyusu ke mamanya

dengan penis yang tegang dan menempel di

celana tidurku. Tiba-tiba terdengar suara pagar

digeser, suamiku pulang. Dengan segera Dio

melepaskan kulumannya dan memungut

pakaiannya yang berserakan di lantai dan berlari

ke kamarnya. Aku juga segera memakai bra dan

memasang kembali kancing kemejaku.

“Udah pulang pa?” tanyaku cukup panik.

“nggak, baru pergi.. ya iyalah baru pulang”

katanya tertawa diikuti tawaku. Tunggu.. apa itu,

celana dalamnya Dio, gawat.. udah barusan

mesumin mamanya terus celana dalamnya pake

ketinggalan lagi.

“Gimana di rumah? Baik-baik aja kan?” katanya

menuju tempat aku dan Dio melakukan

kemesuman barusan.

“iya pa, baik-baik aja kok” kataku tenang. Aku

berusaha menutupi pandangan suamiku dari arah

sofa dimana di bawahnya masih tergeletak mayat,

maksudku celana dalam Dio.

“mandi dulu gih pa, bau tuh papanya seharian

gak mandi. Mau dibuatin kopi?” anjurku padanya.

Tentu saja supaya dia cepat beranjak dari sana

sehingga aku bisa membereskan celana dalam

itu. Dia mengiyakan dan segera beranjak ke

kamar dan mandi. Aku segera memungut celana

dalam anakku. Ku lihat bagian tengahnya agak

basah tapi tidak lengket. Sepertinya dia memang

susah horny dari tadi.

Aku ketuk pintu kamarnya, dia segera

membukanya. Dia telah mengenakan baju dan

celananya sendiri tapi aku tidak yakin dia pakai

kolor.

“Nih celana dalam kamu ketinggalan, untung gak

nampak sama papamu, lain kali hati-hati dong

sayang, niiihh….” kataku sambil menyerahkan

celana dalamnya.

“Iya mah, sorry buru-buru.” Jawabnya sekenanya.

“tapi tanggung nih, gak enak banget rasanya”

sambungnya.

“ya gimana lagi dong sayang, papamu udah

pulang tuh..” jawabku cuek.

“papa lagi mandi kan mah.. bisa tuh ma

sebentar, ayo mah” katanya menarik tanganku

masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu.

“ duh, aduh sayang.. iya-iya tapi pelan-pelan

dong nariknya, sakit tangan mama” kataku pura-

pura manja.

Dia yang kayanya sudah tidak tahan apalagi tadi

benar-benar tanggung baginya segera meloloskan

pakaiannya memperlihatkan penisnya lagi

dihadapan ibu kandungnya. Aku lagi-lagi terpana

melihat ukuran penisnya yang cukup besar yang

tidak kalah dari papanya.

“terus mama harus telanjang dada lagi nih di

depan anak mama satu ini?” kataku

menggodanya.

“iya dong mah, masa nggak.. kalau boleh sih gak

cuma telanjang dada aja mah” ujarnya nakal.

“terus telanjang apa? ayooo.. kamu kepingin lihat

mama telanjang di depanmu ya? Anak mama

nakal yah…” kataku menggodanya lagi.

“lain kali yah sayang, kalau kelamaan entar

ketahuan papamu” kataku, ku lihat wajahnya

cukup kecewa tapi ya ku biarkan saja walau agak

gak tega.

Ku buka bra dan kancing kemejaku lagi, kali ini

kololoskan seluruh kemeja dari tubuhku sehingga

bagian atas tubuhku kini benar-benar polos di

depan anak kandung laki-lakiku.

“mama cantik…” katanya terpesona melihat tubuh

atasku, yang terpampang bebas dihadapan

matanya untuk dia nikmati.

Aku juga merasakan perasaan lain telanjang dada

didepan anak kandung laki-lakiku sendiri apalagi

suamiku ada dirumah dan kami bisa ketahuan

kapanpun, hal ini membuat jantungku berdebar

tidak karuan, ku rasa air susuku makin

bertambah dan memenuhi payudaraku karena

perasaan ini.

“ayo cepetan sayang” kataku padanya supaya

mempercepat aktifitas mesum ini.

Dia segera mendekatiku dan mengulum lagi

payudaraku, air susuku kembali masuk ke

mulutnya dengan derasnya. Tangannya yang satu

lagi meremas payudaraku yang satunya sehingga

air susuku menyemprot-nyemprot melumuri

tangannya dan lantai kamarnya. Kami melakukan

ini sambil berdiri. Di sela-sela aktifitas nakalnya

ku lihat dilaptopnya menayangkan adegan porno,

sepertinya sebelum ini dia yang merasa tanggung

itu menuntaskan birahinya dengan menonton

bokep.

Ku lihat air susuku mengalir disela mulutnya dan

sampai kedagunya yang sudah ditumbuhi janggut

tipis. Anakku benar-benar sudah besar sekarang.

Kadang dia melepaskan kulumannya dan

memainkan putingku dengan lidahnya, tidak

hanya putingku, tapi seluruh permukaan kulit

payudaraku juga mulai dijilatinya sehingga

permukaan payudaraku basah dan tanpak

mengkilap. Aku senyum-senyum saja, kubiarkan

saja aktifitasnya mesumnya ini.

Tidak lama kemudian wajahnya mulai mengerut,

sepertinya dia mau keluar.

“Keluarin aja sayang, tumpahin aja ke mamamu

ini” ujarku padanya.

Dia tidak menjawab dan semakin kencang

mengulum dan menjilat payudara ibu kandungnya

ini.

“Crooot crooot… “ akhirnya spermanya keluar,

karena posisi kami yang seperti itu spermanya

jadi mengenai celana panjang piyamaku tepat di

depan daerah kewanitaanku.

“udah sayang? Puaskan?” dia mengangguk.

Akhirnya dia melepaskan kulumannya dan

menarik diri menjauh dari sisiku. Aku segera

mengenakan kembali bra dan kemejaku. Kulihat

dia masih keenakan sambil duduk di ranjangnya.

Aku segera keluar dari kamarnya.

“Besok lagi yah ma.. hehe” pintanya nakal.

“hmmm… liat aja deh besok, dasar kamu..” aku

keluar dan menutup pintu kamarku dan segera

menuju ke kamarku.

Ku lihat suamiku telah selesai mandi. Karena tadi

aku juga sempat horny karena kelakuanku dengan

anakku aku mengajak suamiku melakukannya.

Kami melakukan hubungan suami-istri yang

panas malam itu hingga akhirnya kami tertidur

(gak perlu diceritakan deh detailnya, soalnya

biasa dan pembaca juga tahu apa yang terjadi).

Esok harinya aku bangun pagi seperti biasanya.

Beres-beres rumah dan menyiapkan sarapan

untuk suami dan anakku. Saat sedang sibuk

memasak di dapur, sepasang tangan merangkul

pinggangku, ku lihat ke belakang ternyata Dio

anakku dengan tubuh telanjang hanya membawa

handuk yang di kalungkan di lehernya.

“ sayang, apaan sih, bukannya mandi.. ntar kamu

terlambat ke sekolahnya” kataku sambil berusaha

melepas pelukan tangannya.

“bentar mah, abis bangun pagi ngaceng nih,

apalagi liat mama gini.. mama lanjutin aja deh

masaknya, Dio gak ganggu kok”jawabnya.

Saat ini aku menggunakan daster dengan celemek

untuk masak. Aku biarkan saja dia memelukku

dari belakang sambil aku masih terus memasak.

Lama-kelamaan dia mulai meraba payudaraku

dari balik celemek dan dasterku, juga masih aku

biarkan saja. Selanjutnya dia mulai

menggoyangkan pinggulnya, menggesek-gesekkan

penis tegangnya di belahan pantat ibu

kandungnya ini yang masih tertutup kain.

“sayang, kamu mulai nakal yah.. masa gesek-

gesikin itunya kamu ke mama sih” kataku tapi

tidak berusaha melepaskan diriku darinya. Dianya

ketawa-ketawa saja.

“itu apa mah? ngomong yang jelas dong mah”

katanya pura-pura bodoh menggodaku.

“itu kamu.. burung kamu” kataku dengan agak

sebal karenanya, hentakan penisnya makin keras

dan kencang saja di belahan pantatku.

“itu bukan burung mah, tapi kontol mah.. coba

mama bilang lagi” katanya kurang ajar

mempermainkan mamanya.

“iya… kontol. Masa kontol kamu digesekin di

pantat mama gitu sih sayang” kataku menuruti

kemauannya.

“Digesekin gimana mah?” katanya pura-pura

bodoh lagi, kali ini makin kencang saja

gesekannya di belahan pantatku, bahkan menyelip

di pahaku sehingga kain dasterku ikut terlipat di

antara pahaku.

Selanjutnya dia melepaskan pelukannya tapi kini

malah meraih bokongku dan memegangnya, dia

lanjutkan kembali aktifitas mesumnya terhadapku.

Kini posisiku seperti sedang disetubuhi olehnya

dari belakang.

“kainnya menghalangi aja nih mah” katanya.

Aku diamkan saja perkataannya sambil dia masih

asik dengan aktifitasnya.

“Ma, temenin Dio mandi dong mah.. udah lama

nih gak rasain dimandiin mama” pintanya

terhadapku.

Sebenarnya itu adalah permintaan yang biasa dari

seorang anak pada ibunya, namun tidak bila

anaknya sudah sebesar ini, dengan bulu yang

sudah tumbuh disekitar kemaluannya.

“kamu ini ada-ada aja, mandi sendiri sana..

lagian papamu bentar lagi bangun, udah sana

mandi, terlambat nanti sekolahmu” jawabku

menolak permintaanya.

“ yah.. mama, tapi nanti habis pulang sekolah Dio

tagih ya ma, hehe” pintanya. Akhirnya dia masuk

ke kamar mandi di samping dapur dan segera

mandi. Dia sempat membuka pintu kamar mandi

dan menunjukkan penisnya di hadapanku.

“Ma.. liat nih..” katanya sambil mengocok

penisnya yang berlumuran busa sabun

dihadapanku. Sungguh perbuatan yang cabul

terhadap ibu kandungnya sendiri.

“kamu apa-apaan sih, tutup pintunya” suruhku

padanya tapi tanpa menunjukkan kemarahan.

Akhirnya dia menutup pintu dan melanjutkan

mandinya.

Kami pagi itu serapan bersama seperti biasa, aku

sarapan sambil menyusui bayiku dan Aku dan Dio

duduk berhadap-hadapan, sehingga dia serapan

sambil juga memandang payudaraku yang sedang

menyusui adiknya. Suamiku sih menganggap

biasa aku yang menyusui di hadapan Dio. Sedang

asik-asiknya serapan kaki Dio mengelus-ngelus

kakiku dari bawah meja sehingga perbuatannya

ini tidak terlihat oleh suamiku.

Aku hanya melototkan mataku kepadanya sebagai

isyarat agar dia berheti, namun dia Cuma

senyum-senyum kecil saja. Dasar anak

nakal,kataku dalam hati. Dia lakukan kemesuman

itu sampai kami selesai sarapan. Lalu diapun

berangkat ke sekolah dengan motornya begitu

juga suamiku yang juga berangkat kerja.

“Tok-tok” Terdengar suara ketukan pintu depan.

“ma…. Dio pulang…” ternyata Dio anakku yang

sudah pulang.

Siang itu aku sedang mencuci baju, segera ku

bangkit dan menuju pintu depan.

“Lama amat sih ma” sambil masuk dan

melepaskan sepatunya.

“iya.. mama lagi nyuci dibelakang, tumben kamu

cepat pulang biasanya keluyuran dulu?” tanyaku.

“kan mau nagih janji mandi bareng mama”

jawabnya cengengesan.

“dasar kamu, emang ada mama janji? Hmm…

yaudah letakkan tas kamu dulu ke kamar, mama

tunggu di belakang.” Kataku sambil menuju kamar

mandi belakang yang mana juga tempat mencuci,

dia juga menuju kamarnya.

Setelah beberapa saat dia telah kembali dengan

hanya mengenakan celana dalamnya. “dasar

kamu.. udah gak tahan yah…?” godaku.

“Hehe.. iya nih ma” jawabnya. Aku segera

mengajaknya masuk kedalam kamar mandi.

“ Masa udah gede gini masih dimandikan

mamanya sih? Sini mama yang bukain kolor

kamu” kataku tersenyum manis sambil membuka

celana dalamnya dan menaruhnya ke tempat

cucian.

Penis tegangnya mencuat di hadapanku, ibu

kandungnya .

“Mama harus ikutan mandi juga nih?” kataku

menggoda padanya.

“Iya dong mah..” jawabnya penuh mesum.

“ dasar kamu.. mama sendiri dimesumin” kataku

tersenyum menatap matanya.

“Mama sih.. cantik, seksi, terus gak nolak di

mesumin anak kandungnya.. hehe” ujarnya

kurang ajar padaku, aku hanya tersenyum saja

mendengar jawabannya.

Aku mulai membuka pakaianku dimulai dari kaos,

kemudian celana, bra dan terakhir celana

dalamku. Kini aku benar-benar bugil

dihadapannya, dia menjadi orang kedua yang

melihatku bugil setelah suamiku. Jantungku

berdegup kencang, apa aku harus melakukan ini?

Mandi bersama anak laki-lakiku yang sedang

horny berat terhadap ibu kandungnya sendiri.

Tapi sisi lain diriku ingin mencoba hal yang nakal

seperti ini, menyadari hubungan kami ibu dan

anak kandung makin membangkitkan gairahku

menjadi meluap-luap, pastinya Dio anakku juga

merasakan hal yang sama.

Dia mulai mendekati tubuhku yang telanjang

didepannya. “Mama cantik banget” katanya mulai

meraba payudaraku dan mengusap-ngusap

punggung dan pinggangku.

“Aduh.. kamu ini mau mandi atau grepe-grepe

mama sih sayang?” tanyaku tapi tidak berusaha

menepis tangannya.

Dia dekatkan mulutnya ke putingku, kembali air

susuku yang sudah memenuhi payudaraku

memenuhi mulutnya dan dengan nikmat masuk ke

kerongkongannya. Air susuku dihisap habis-

habisan olehnya.

“Hisap yang kiri juga dong sayang, masa yang

kanan mulu” ujarku padanya.

Diapun memindahkan kulumannya ke dada kiriku.

Cukup lama dia hisap susuku sambil berdiri,

kedua dadaku dia hisap bergantian. Penisnya

yang tegang kadang menyentuh pangkal pahaku,

menggesek-gesek disana disekitar vagina dan

paha atasku, ku biarkan saja aksinya tersebut.

“Hmm.. sayang, penis kamu nyentil-nyentil mama

tuh..” kataku tapi dia masih asik meminum

susuku.

“Ma.. penis Dio diselipin di dada mama dong..”

pintanya.

Sepertinya dia sudah horny berat. Aku yang juga

sudah mulai horny mengiyakan permintaannya.

Aku jongkok di depannya, dia letakkan penisnya

diantara kedua buah dadaku dan mulai

memompanya maju mundur. Aku juga ikut

membangkitkan gairahnya dengan ikut

mengayunkan tubuhku naik-turun dan meremas

kedua payudaraku sendiri sehingga air susuku

muncrat mengenai pahanya dan melumuri

penisnya yang sedang nikmat menggesek-gesek

disela buah dada ibu kandungnya.

Kami keluar dari kamar mandi dengan masih

bertelanjang bulat. Dia terduduk di ranjang sambil

melihat aku yang sedang mengeringkan

rambutku. Ku lihat penisnya bangkit lagi melihat

tubuhku.

“Ayo… kamu mikirin apa? Tuh tegang lagi

penismu” godaku.

“Hehe .. iya nih ma.. Dio liatin mama sambil

ngebayangin Dio lagi ngentotin mama, pasti enak

tu mah..” katanya vulgar kurang ajar kepada ibu

kandungnya.

“Hushh.. kamu ngomongnya kurang ajar amat

sama mama” kataku tersenyum dan tertawa kecil

mendengarnya.

“Ma.. ngentot yukk” ajak anakku ini.

“Yuk ma.. udah gak tahan nih pengen ngentotin

mama, apalagi diranjang mama sama papa”

katanya makin kurang ajar saja.

Aku tentu saja keberatan dengan permintaannya

tersebut, itu sudah terlalu jauh, tapi aku yang

tidak tega dan juga horny akhirnya memberi dia

keringanan.

“Kamu gesek-gesekin penis kamu di vagina mama

aja yah sayang.. tapi jangan dimasukin, dosa loh

kalau bohong” anjurku, dia yang sudah horny

mengiyakan saja ajakanku.

“Yuk, sayang naik ke ranjang mama” ajakku.

Kami berdua naik ke atas ranjang, ranjang

dimana biasanya hanya ada aku dan suamiku

diatasnya untuk tidur ataupun bercinta, kini di

atasnya telah berada aku dan anakku yang telah

bertelanjang bulat, yang sudah terbawa nafsu

sedarah yang menggebu-gebu.

Dia mulai merangkak diatas badanku dan mulai

menggesek-gesekkan penisnya di permukaan

vaginaku.“Inget ya sayang, jangan sampai masuk,

punya papamu lo itu..” kataku mengingatkannya

kembali. Dia hanya mengangguk saja sambil

tersenyum dan melanjutkan aksinya menggesek-

gesekkan penisnya dipermukaan vaginaku.

“Ma, masukin dikit boleh yah ma… kepalanya aja

kok, plissss..” pintanya memelas.

“Kan tadi janjinya Cuma gesek-gesekin aja,

gimana sih? Ya udah deh.. tapi janji ya Cuma

kepalanya” kataku menyetujui permintaan

mesumnya.

Dia arahkan ujung penisnya tepat di depan

vaginaku, mencoba memasukkan kepala penisnya

diantara bibir kemaluanku. Perlahan ujungnya

mulai masuk dan akhirnya kepala penisnya masuk

ke dalam kemaluanku. Dia mulai mengayunkan

badannya maju mundur dengan kepala penis yang

telah masuk ke dalam vagina ibunya.

“Ouuhhh… enak mah” racaunya. Nafsu sudah

meyelimuti kami, membakar birahi kami ibu dan

anak.

Walau hanya kepalanya saja yang masuk namun

sepertinya sudah memberikan kenikmatan yang

luar biasa baginya. Kadang penisnya masuk lebih

dalam tapi tidak seluruhnya, aku yang

menyadarinya membiarkannya saja. Melihat aku

yang tidak melawan, dia lanjutkan kembali

aksinya memasukkan penisnya lebih dalam ke

vaginaku. Hingga akhirnya ku sadari bahwa dia

telah memasukkan penisnya seluruhnya, maju-

mundur di vagina ibunya.

“oghhhhhhh….. terus sayang, kamu nakal..

menyetubuhi ibu kandungmu sendiri… diatas

ranjang mama dan papamu lagi… oghhhh…

yaaahhh… enak sayang… terus anakku.. setubuhi

ibumu” kataku kesetanan.

Kami semakin menggila, dia makin cepat

memompa diriku.

“Ma… mau keluar mah…” erangnya.

Ranjangku betul-betul bergoyang kencang,

bahkan dengan suamiku kami tidak pernah

bersetubuh sehebat ini. Tubuh kami bermandikan

keringat. Membayangkan hubungan kami ibu dan

anak makin membuat nafsuku tak terkendali,

apalagi membayangkan kalau aku hamil oleh

anak laki-lakiku sendiri.

“Keluarin didalam saja sayang.. hamili mamamu

iniiii” kataku yang telah dibanjiri nafsu yang tak

terbendung. “Crooot…crooot” dia menyemprotkan

spermanya berkali-kali berbarangan dengan

orgasmeku, memenuhi rahim ibu kandungnya

sendiri.

Dia kelihatan sangat puas. Sesudah itu sepanjang

sore hingga malam kami lanjutkan ronde-ronde

selanjutnya, kami bahkan lupa untuk makan,

bahkan bayiku yang sedang menangis-nangis

sampai terabaikan olehku. Kini yang ada dipikiran

kami hanya persetubuhan sedarah. Genangan

sperma dan air susuku yang tidak berhenti

menyemprot ada dimana-mana, belepotan diatas

ranjang aku dan suamiku ini, bahkan ditubuhku

sudah belepotan spermanya yang tidak pernah

puas menyiram di dalam maupun diluar tubuh ibu

kandungnya ini.

Sedangkan dia sangat kenyang meminum air

susuku yang sepertinya tidak ada habisnya,

melumuri penis dan tubuhnya dengan susuku.

Aku bahkan melakukan apa yang belum pernah

ku lakukan pada suamiku, yaitu menjilati dan

mengulum penisnya serta menelan spermanya

yang kini aku lakukan terhadap anakku tanpa

rasa keberatan. Aku juga menjilati lubang

anusnya dan menyodok lubang anusnya dengan

lidahku sedalam yang ku bisa, selain itu aku juga

membenamkan payudaraku dengan putting yang

mencuat tegak ke sekitaran lubang anusnya,

membasahi selangkanngannya dengan air susuku,

yang semakin membuatnya merasa kenikmatan.

Sebuah kenikmatan yang diperolehnya dari ibunya

sendiri. Kami melakukan ini sampai lupa waktu,

entah sudah jam berapa ini. Bisa saja suamiku

pulang kapanpun itu, namun membayangkan

suamiku memergoki kami sedang melakukan

perbuatan tidak bermoral ini, antara istri dan

anak kandungnya sendiri, di dalam kamar kami

dan diatas ranjangku dan suamiku, malah

membuat sisi binalku semakin gila menjadi-jadi.

“TERUS SAYANG.. SETUBUHI MAMA… JANGAN

BERHENTI… SIRAM PEJUMU KE RAHIM MAMA

SEPUAS-PUASMU… HAMILI MAMA… MAMA

DISINI SEBAGAI PEMUAS NAFSUMU ANAKKU…



BacanPoker.Com adalah salah satu Agen Poker Indonesia yang terpercaya dengan beraneka ragam bonus yang menanti Anda. Segera Daftarkan diri Anda Disini dan dapatkan berbagai Bonus menarik


BacanPoker hadir kehadapan Anda dengan persentase mendapatkan BONUS JACKPOT lebih besar daripada Agen Poker Online Lainnya.

Silakan daftar di sini : CLICK UNTUK MENDAFTAR 

Contact Person :LiveChat : http://goo.gl/A2Z0aDYahoo : bacanpokercs04bbm : 55A52F68Wechat : CSBACANWhatsapp : +66622576841Line : CSBACAN_LINEFacebook : BACANPOKER

2 komentar:

  1. Halo Bos! Selamat Datang di ArenaDomino.com
    Arenadomino Situs Judi online terpercaya | Dominoqq | Poker online
    Daftar Arenadomino, Link Alternatif Arenadomino Agen Poker dan Domino Judi Online Terpercaya Di Asia
    Daftar Dan Mainkan Sekarang Juga 1 ID Untuk Semua Game
    ArenaDomino Merupakan Salah Satu Situs Terbesar Yang Menyediakan 9 Permainan Judi Online Seperti Domino Online Poker Indonesia,AduQQ & Masih Banyak Lain nya,Disini Anda Akan Nyaman Bermain :)

    Game Terbaru : Perang Baccarat !!!

    Kini Hadir Deposit via Pulsa Telkomsel / XL ( Online 24 Jam )
    Min. DEPO & WD Rp 20.000,-

    Wa :+855964967353
    Line : arena_01
    WeChat : arenadomino
    Yahoo! : arenadomino

    INFO PENTING !!!
    Untuk Kenyamanan Deposit, SANGAT DISARANKAN Untuk Melihat Kembali Rekening Kami Yang Aktif Sebelum Melakukan DEPOSIT di Menu SETOR DANA.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus