Jumat, 29 Juli 2016

Mitha Remaja SMU

Cerita Seks|Cerita Dewasa|Cerita Sex|Cerita Porno|Cerita Mesum |Cerita pemerkosaan|Cerita Skandal|Cerita Selingkuh|Cerita Dewasa Terbaru|Cerita Sex Sedarah|Cerita Sex ABG|Cerita Hot|Pengalaman Sex|Cerita Panas|Sex Ibu Kandung


Poker online BacanPoker.Com -

Mitha terlambat bangun

untuk berangkat sekolah, padahal

sebelumnya dia selalu bangun lebih

pagi. Mungkin semalam keasyikan

nonton acara TV, sehingga pagi ini

dia harus buru-buru kalau tidak

ingin terlambat sampai di SMU.

Mitha adalah pelajar kelas 1,

minggu depan dia akan berulang

tahun yang ke-15.

Dengan wajah yang manis, rambut

sebahu, kulit putih bersih, mata

bening dan ukuran payudara 34B,

tak heran Mitha selalu menjadi

incaran para lelaki, baik yang

sekedar iseng menggoda atau yang

serius ingin memacarinya. Tetapi

sampai hari ini Mitha belum

menjatuhkan pilihannya.

Alasannya cukup klasik, “Maaf ya..,

kita temenan aja dulu.., soalnya

saya belum berani pacaran.., khan

masih kecil, ntar dimarahin ortu

kalau ketahuan…” begitu selalu

kilahnya kepada setiap lelaki yang

mendekatinya.

Begitulah Mitha, gadis manis yang

belum terjamah bebasnya pergaulan

metropolis seperti Jakarta

tempatnya tinggal. Mitha mungkin

akan cukup lama bertahan dalam

keluguannya kalau saja peristiwa itu

tidak terjadi.

Pagi itu selesai menyiapkan diri

untuk berangkat, Mitha sedikit

tergesa-gesa menjalankan Honda

Supra-nya. Tanpa disadarinya dari

kejauhan tiga pasang mata mulai

mengintainya. Anton (25 tahun)

mahasiswa salah satu PTS yang

pernah ditolak cintanya oleh Mita,

hari itu mengajak dua rekannya

(Iwan dan Tejo) yang terkenal bejat

untuk memberi pelajaran buat Mitha,

karena Anton yang playboy paling

pantang untuk ditolak, apalagi oleh

gadis ingusan macam Mitha.

Tepat di jalan sempit yang hampir

jarang dilewati orang, Anton dan

kawan-kawan memalangkan Toyota

Land Cruser-nya, karena mereka

tahu persis Mitha akan melewati

jalan pintas ini menuju sekolahnya.

Sedikit kaget melihat mobil

menghadang jalannya, Mitha gugup

dan terjatuh dari motornya. Anton

yang berada di dalam mobil

beranjak keluar.

“Hai Mit.., jatuh ya..?” kata Anton

dengan santainya.

“Apa-apaan sih kamu..? Mau bunuh

aku ya..?” hardik Mitha dengan

wajah kesal.

“Nggak.., cuman aku mau kamu jadi

pacarku, jangan nolak lagi lho..!

Ntar…” kata Anton yang belum

sempat menyelesaikan kata-

katanya.

“Ntar apa..?” potong Mitha yang

masih dengan wajah kesal.

“Ntar gue perkosa lo..!”

“Sialan dasar usil, cepetan minggir

aku udah telat nih..!” bentak Mitha.

Air mata di pipinya mulai menetes

karena Anton tetap menghalangi

jalannya.

“Anton please.., minggir dong..!”

pintanya sudah tidak sabaran lagi.

Anton mulai mendekati Mitha yang

gemetar tidak tahu harus bagaimana

lagi menghadapi bajingan ini. Tiba-

tiba dari arah belakang sebuah

pukulan telak mendarat di tengkuk

Mitha yang membuatnya pingsan

seketika. Rupanya Iwan yang sedari

tadi bersembunyi di balik pohon

bersama delapan orang lainnya

sudah tidak sabar lagi.

“Ayo kita angkut dia..!” perintah

Anton kepada teman-temannya.

Singkat cerita, Mitha dibawa ke

sebuah rumah kosong di pinggir

kota. Letak rumah itu menyendiri,

jauh dari rumah-rumah yang

lainnya, sehingga apapun yang

terjadi di dalamnya tidak akan

diketahui siapapun.

Sebuah tamparan di pipinya

membuat gadis ini mulai siuman.

Dengan tatapan nafsu dari dua lelaki

yang sama sekali tidak dikenalnya

kecuali satu orang, yaitu Anton.

Mitha mulai ketakutan memandang

sekelilingnya. Apa yang akan terjadi

samar-samar mulai terbayang di

matanya. Jelas sekali dia akan

diperkosa oleh 3 orang. Rupanya

mereka sudah tidak sabaran lagi

untuk segera memperkosa Mitha.

Tangan-tangan mereka mulai

merobek-robek pakaian gadis itu

dengan sangat kasar tanpa perduli

teriakan ampum maupun tangisan

Mitha.

Setelah menelanjangi Mitha

sehingga Mitha benar-benar bugil.

Sekali sentak Iwan menjambak

rambut Mitha dan menariknya,

sehingga tubuh Mitha yang tekulai di

lantai terangkat ke atas dalam posisi

berlutut menghadap Iwan.

“An.., lo mau gue apain nih

cewek..?” kata Iwan sambil melirik

ke arah Anton.

“Terserah deh.., emang gue

pikirin..!”

Iwan menatap sebentar ke arah

Mitha yang sudah sangat ketakutan,

air matanya nampak mengalir dan,

“PLAK..!” tamparan Iwan melayang

ke pipinya.

Anton dan yang lainnya mulai

membuka pakaian masing-masing,

sehingga sekejap orang-orang yang

berada dalam ruangan itu semuanya

telanjang bulat. Mitha yang terduduk

di lantai karena dicampakkan Iwan

kembali menerima perlakuan serupa

dari Anton yang kembali menjambak

rambutnya, hanya saja tidak

menariknya ke atas, tetapi ke

bawah, sehingga sekarang Mitha

dalam posisi telentang. Teman-

teman Anton memegangi kedua

tangan dan kaki Mitha, sedangkan

Anton duduk tepat di atas kedua

payudara Mitha. Penis Anton yang

sudah mengeras dengan panjang 18

cm ditempelkan ke bibir Mitha.

“Ayo isep kontol gue..!” bentak

Anton tidak sabaran.

Karena Mitha tidak juga membuka

mulutnya, Anton menampar Mitha

berkali-kali. Karena tidak tahan,

akhirnya mulut mungil Mitha mulai

terbuka. Tanpa ampun Anton yang

sudah tidak sabaran memasukkan

penisnya sampai habis, tonjolan

kepala penis Anton nampak di

tenggorokan Mitha. Anton mulai

memaju-mundurkan penisnya di

mulut Mitha selama 5 menit tanpa

memberi kesempatan Mitha untuk

bernafas. Mitha kesakitan dan mulai

kehabisan nafas, Anton bukannya

kasihan tetapi malah semakin brutal

menancapkan penisnya.

Selang beberapa saat, Anton

mengeluarkan penisnya dari mulut

Mitha, dan segera diganti oleh Penis

Iwan yang panjangnya hampir 20

cm. Tejo yang sedari tadi

memegang kaki Mitha mulai

menjalankan aksinya. Paha Mitha

ditarik ke atas dan mengarahkan

penisnya ke vagina Mitha. Penis

Tejo yang paling besar di antara

kedua rekannya tidak terlalu

gampang menembus vagina Mitha

yang memang sangat sempit, karena

masih perawan. Tetapi Tejo tidak

perduli, penisnya terus ditekan ke

dalam vagina Mitha dan tidak

berapa lama Mitha tampak meringis

kesakitan, tetapi tidak mampu

bersuara karena mulutnya

tersumbat penis Iwan yang dengan

kasarnya menembus hingga

tenggorokannya.

Tejo memaju-mundurkan penisnya

ke dalam vagina Mitha dan nampak

darah mulai menetes dari vagina

Mitha. Keperawanan Mitha telah

dikoyak Tejo. Iwan yang tidak puas

akan “pelayanan” Mitha nampak

kesal.

“Ayo isep atau gue cekik lo..!”

bentaknya ke arah Mitha yang sudah

dingin pandangannya.

Mitha yang sudah putus asa hanya

dapat menuruti keinginan Iwan.

Mulutnya dimaju-mundurkan sambil

menghisap penis Iwan.

“Ayo cepat..!” kata Iwan lagi.

Karena dalam posisinya yang

telentang, agak sulit bagi Mitha

menaik-turunkan kepalanya untuk

mengulum penis Iwan, tetapi Iwan

rupanya tidak mau perduli. Mitha

melingkarkan tangannya ke

pinggang Iwan, sehingga dia dapat

sedikit mempercepat gerakannya

sesuai keinginan Iwan.

Hampir 30 menit berlalu, Iwan

hampir ejakulasi, rambut Mitha

ditarik ke bawah sehingga wajahnya

menengadah ke atas. Iwan

mencabut penisnya dari mulut

Mitha.

“Buka yang lebar dan keluarin lidah

lo..!” bentaknya lagi.

Mitha membuka mulutnya lebar-

lebar dan menjulurkan lidahnya

keluar. Iwan memasukkan kembali

setengah penisnya ke mulut Mitha

dan, “Ah.., crot… crot… crot..!”

sperma Iwan yang banyak masuk ke

mulut Mitha.

“Telan semuanya..!”

Mitha terpaksa menelan semua

sperma Iwan yang masuk ke

mulutnya, walau sebagian ada yang

mengalir di sela-sela bibirnya.

Tejo yang juga hampir ejakulasi

mencabut penisnya dari vagina

Mitha dan merangkat ke atas dada

Mitha dan bersamaan dengan Iwan

mencabut penisnya dari mulut

Mitha. Tejo memasukkan penisnya

ke mulut Mitha sampai habis masuk

hingga ke tenggorokan mitha.Dan, “Crot.. crot.. crot..!” kali ini

sperma Tejo langsung masuk

melewati tenggorokan Mitha.

Anton yang sedari tadi menonton

perbuatan kedua rekannya

melakukan hal serupa yang

dilakukan Tejo, hanya saja Anton

menyemprotkan spermanya ke

dalam vagina Mitha.

Begitulah selanjutnya, masing-

masing dari mereka kembali

memperkosa Mitha sehingga baik

Anton, Tejo dan Iwan dapat

merasakan nikmatnya vagina Mitha

dan hangatnya kuluman bibir Mitha

yang melingkari penis-penis

mereka. Mereka benar-benar sudah

melampaui batasan keinginan

berbalas denadam terhadap Mitha

yang tadinya masih polos itu.

Sebelum meninggalkan Mitha

sendirian di rumah kosong, mereka

sempat membuat photo-photo

telanjang Mitha yang dipergunakan

untuk mengancam Mitha seandainya

buka mulut. Photo-photo tersebut

akan disebarkan ke seantero

sekolah Mitha jika memang benar-

benar Mitha melaporkan hal tersebut

ke orang lain.

Hari-hari selanjutnya dengan

berbagai ancaman, Mitha terpaksa

pasrah diperkosa kembali oleh

Anton dan kawan-kawan sampai

belasan kali. Dan setiap kali

diperkosa, jumlahnya selalu

bertambah, hingga terakhir Mitha

diperkosa 40 orang, dan dipaksa

menelan sperma setiap

pemerkosanya. Sungguh malang

nasib Mitha.



BacanPoker.Com adalah salah satu Agen Poker Indonesia yang terpercaya dengan beraneka ragam bonus yang menanti Anda. Segera Daftarkan diri Anda Disini dan dapatkan berbagai Bonus menarik


BacanPoker hadir kehadapan Anda dengan persentase mendapatkan BONUS JACKPOT lebih besar daripada Agen Poker Online Lainnya.


Silakan daftar di sini : CLICK UNTUK MENDAFTAR 

Contact Person :LiveChat : http://goo.gl/A2Z0aDYahoo : bacanpokercs04bbm : 55A52F68Wechat : CSBACANWhatsapp : +66622576841Line : CSBACAN_LINEFacebook : BACANPOKER

0 komentar:

Posting Komentar