Sabtu, 02 Juli 2016

Salah Kamar Dapat Perawan

Cerita Seks|Cerita Dewasa|Cerita Sex|Cerita Porno|Cerita Mesum |Cerita pemerkosaan|Cerita Skandal|Cerita Selingkuh|Cerita Dewasa Terbaru|Cerita Sex Sedarah|Cerita Sex ABG|Cerita Hot|Pengalaman Sex|Cerita Panas|Sex Ibu Kandung

Poker online BacanPoker.Com - Namaku adalah Santoso. Saya bekerja di suatu pabrik

di sekitar kota B. Saya bekerja di sana sudah

hampir satu tahun. Saya adalah laki- laki

single berusia 20 tahun dengan

tinggi

170cm dan berat badan 65kg.

Sebenarnya

saya malas menceritakan pengalaman

saya tentang sex tapi karena di situs

ini

banyak cerita yang merangsang, jadi

saya

sesekali mencoba untuk menulisnya. Setiap tahun pabrik selalu

mencutikan

karyawan selama seminggu dan

inilah

saatnya para karyawan berlibur. Aku

merencanakan berlibur sendiri di pantai.

Jadi aku langsung pulang setelah

mendapat gaji dari atasan dan

merapikan

baju ke koper untuk ke pantai. Aku

mengunakan bis untuk pergi ke pantai.

Perjalanan sangat cepat setelah

hanya

memakan waktu 30 menit.

Setelah sampai di pantai, aku

mengambil koperku ke tempat resepsionis

dan memesan hotel untuk istirahat.

Tapi

aku terkejut ketika seseorang

bangun dari

tempat duduknya. Dia adalah perempuan

yang sangat cantik dengan tubuh

tinggi

sekitar 160cm. Aku agak

terbengong

sejenak dan tiba-tiba..... "Ada apa pak?"

tanya cewek itu. "Eee... Saya ingin

memesan kamar." Jawabku. "Mau

pesan

yang mana mas?, disini ada tiga

macam kamar." tanya lagi dengan

menunjukan

papan harga tiga kamar. Aku agak

bingung memilih kamar karena aku

terpesona oleh kecantikan gadis ini.

"Saya ingin kelas menengah" Jawabku

setelah

berusaha menghilangkan

melamunnya.

"Harganya Rpxxx" Jawab cewek itu.

Lalu aku membayar uang tersebut. Pada

saat

dia mengetik komputer resepsionis,

aku

sengaja melihat namanya yang

menempel di baju sakunya. Lia namanya. Aku

juga

lihat tubuhnya dan aku

mengelengkan

kepalaku sambil berpikir, "Benar

benar sempurna." Walaupun dia

mengunakan jas

seperti layaknya karyawan tapi

tubuhnya

sangat seksi. Aku terus bengong

sambil menunggu dia selesai mengetik.

Akhirnya

dia mengangkat kepalanya dan

mengasih

kunci itu sambil berkata "Selamat

menikmati hotel kami." Aku mengambil

kunci itu dan naik ke kamar hotel.

Sesampai di kamar hotel, aku

berbaring di

ranjang dan memikirkan perempuan

tersebut. Tapi lama-kelamaan aku jadi

mulai terangsang dan burungku

berdenyut

ingin keluar dari sarangnya. Aku

ingin berusaha untuk tidak

memikirkan yang tidak- tidak, tapi burungku terus berontak ingin

keluar. Jadi

aku melorotkan celana jeans dan

celana

dalamku sampai ke paha. Muncullah

Elang tanpa sayap yang tegak itu. Aku

mulai memegang penisku sendiri

sambil

memikirkan perempuan tersebut.

Aku tidak

tahan dan mulai mengocok penisku sendiri

dengan irama pelan. Setelah

mengocok

lama, aku merasakan kamarku

menjadi

panas jadi aku berdiri dan berhenti sejenak

untuk melepaskan semua pakaian.

Aku

ingin memulainya lagi tapi tiba-tiba

ada

orang yang membuka pintu kamarku. Aku

sangat kaget dan berusaha memakai

bajuku tapi seseorang terlanjur

melihatku.

Ternyata perempuan lain yang tak

kukenal tapi sangat cantik. Kami saling

bertatapan

sejenak dan perempuan itu mulai

bicara.

"Ap..a...kah. in..i kamar no.xxx?"

Aku terkejut mendengar perkataannya

karena

biasanya perempuan langsung

menutup

pintunya kalau melihat tubuh

telanjang lawan jenis. Aku bingung harus

menjawab

apa karena takut salah. Masih dalam

keadaan telanjang,aku

memberanikan diri

dan menjawab. "Tolong anda masuk dan

tutup pintunya dulu." Aku mulai

merasa

sangat kacau karena aku tidak tahu

apa

yang kukatakan benar atau salah. Perempuan itu tersenyum dan

masuk ke

dalam kamarku. Setelah menutupi

pintu

kamarku, dia bertanya lagi. "Apakah

ini kamar no.xxx?" Aku sangat pusing

melihat

keadaan sekarang dan bermaksud

untuk

lari tapi aku tidak bisa lari. Aku

menghembus napasku dalam-dalam dan

berkata. "Ini.. bukan.. kamar... xxx.."

Setelah mendengar jawabanku, dia

tidak

pergi malah mendekatiku dan

berkata. "Kenapa kau masih dalam keadaan

telanjang?" Setelah mendengar

perkataan

itu, aku masih bingung sekaligus

terangsang seolah ingin cepat-cepat

bergumul dengannya tapi juga takut karena belum pernah melakukan

hubungan dengan lawan jenis.

Tangan

kanan perempuan itu mulai

memegang

badan bidanku dengan usapan kecil. Aku

masih belum tahu apa yang harus

kulakukan. Tangan kirinya

memegang alat

vitalku dan bertanya. "Apakah kau

pernah melakukannya?" Aku tidak

menjawab dan

langsung mencium bibir mungil itu

secara

acak- acakan. Dia pun mulai

membalasnya. Aku kaget dengan reaksiku

sendiri karena aku tidak

memerintahkan

untuk mencium. Dia mulai

mengeluarkan

lidahnya dan mencari lidahku. Aku jadi

mulai membalasnya. Setelah

beberapa

saat kami ciuman, dia melepaskan

ciumannya dan berkata di dekat

telingaku. "Tenang saja, kita akan bersenang

senang." Dia membuka semua

bajunya

dan melempar di lantai. Tampaklah

bukit

kembar yang lumayan besar dan garis

feminimnya dengan sedikit berbulu.

Aku

menelan ludah setelah melihat tubuh

wanita yang begitu indahnya tepat di

depan mataku. Dia mendorongku ke tempat ranjang dan aku jatuh

terbaring di

ranjang. Dia datang dan mulai

mengusap

elangku. "Ahh............" Gunamku.

"Apakah enak mas?" Tanya si cewek.

"En.....ahhkk....k" belum sempat aku

menjawab, dia sudah memasukin

penisku

ke dalam mulutnya. Dia masih

mengulum penisku yang membuatku merem-

melek

dengan napas yang tidak teratur.

"Ahhhkkkkk.............

Ahhhkkkkk.........

Ahhhkkkkk......." Aku mengerang saat

lidahnya menjilati lubang penisku.

Dia

terus menjilati lubang penisku jadi

rasanya

seperti mau cepat cepat keluar. Setelah

beberapa saat, aku mulai merasa

gatal

dan berdenyut di sekitar penisku.

"A..khhhh...u ti....d..ahkk

khh.....uu.....aaaatttt." Teriakku. Aku langsung menyemburkan cairan

kejantananku ke dalam mulut

perempuan

itu. Cairan yang kukeluarkan sangat

banyak tapi sepertinya perempuan

itu menelan sebagian spermaku.

Badanku

langsung terasa lemas dan serasa

ingin

tidur. "Mas jangan tidur dulu dong

mas!!" teriak cewek itu sambil menepuk

dadaku.

Aku terbangun dan ingat bahwa aku

sedang melakukan hubungan.

"Ak..u

be..nar be..nar di..buat kamu pingsan, eh

ngo..mong ngo...mong kamu

sia...pa?"

Aku berbicara setelah ingat bahwa

aku

ingin tahu siapa dia. "Kalo mas ingin tahu

siapa aku, kau harus melakukannya

sekali

lagi, setuju tidak?" tantang cewek itu.

"Iya

deh." jawabku dengan lebih percaya diri

dan langsung bangun dari tempat

tidur

untuk melakukan seksual. Aku

membalikkan badan cewek itu

menjadi tidur berbaring dan langsung

menjilat

payudaranya mulai dari kiri dan

menekan

jari telunjuk ke punting kanan

cewek itu. "Ahh....." Gunam cewek itu. Aku

terus

menjilat puting kirinya cewek itu

dengan

lembut dan menghisap sambil

mengoyangkan jari telunjuk kiri ke punting

kanannya. Ini membuat dia merem-

melek

dan... "Ahhhh......ge...li.... geee...lliiiii

ahhh...." "Masssss......" rintih cewek

itu dengan suara menggoda. Aku yang

tadinya sudah kecapean mulai

terangsang

lagi setelah mendengar suara merdu

yang

mengoda. Aku terus menjilati kadang

kadang mencium, menghisap dalam-

dalam supaya ingin merasakan

nikmat

punting susu seorang wanita.

Setelah puas dengan yang punting kiri, aku

menghisap

yang kanan. Ini kulakukan berulang

kali

sampai payudaranya basah penuh

oleh cairan ludahku. Tangan kananku

mulai

menurun dan memegang bagian

feminim

wanita tersebut. Aku mencoba

memegangnya dengan seluruh tangan

tetapi wanita tersebut menolaknya

dengan

mengrapatkan kedua pahanya. Aku

ingin

berusahanya tetapi dia mengatakan sesuatu diiringi dengan rintihan.

"Mas...

s...... ja...... ngan.......

duuu...lll...uuuuu.....mas"

"Sa...yyaaa....

ma...ssiihhh..... pe.....rrraaaa....wwa....aannn" kata

cewek

itu. Aku tidak perduli dengan

rintihan

tersebut dan mencobanya dengan

mencium bibirnya dengan tangan kiriku

masih memijit bagian kanan punting

wanita tersebut. Setelah mencium

bibir

tersebut aku menulusuri leher

wanita tersebut. "Ge......llllliiiiii..... ahhhhh....

ngi......llluuuu" rintih wanita tersebut.

Aku

ingin sekali rasanya untuk cepat

cepat

menghabisinya tetapi aku masih bingung

harus merangsangkan bagian mana

lagi

supaya dia terangsang. Jadi aku

mendekatkan kuping wanita itu dan

mengatakan sesuatu. "Sayang, saya ingin

sekali mencicipi keharuman feminim

mu."

"Tuunnnnngggguuuuu..........

Masssssss..... Ahhhh...." Jawab Cewek

itu. Tetapi kata kata tersebut mulai

melemah

dan pada saat tangan kananku mulai

membuka bagian paha cewek itu,

dia

sepertinya tidak menolak. Dia membuka

pahanya dan aku mulai merasakan

kehangatan bagian bawah cewek

tersebut.

Aku mulai memegangnya dengan

telapak penuh dan mengerakannya naik

turun

dengan irama pelan.

"Shhhhh......Shhh..."

Cewek itu merintih.

"Hhhhhh.......hhhhhh" Aku memberanikan diri dan mulai

mengosokkan vaginanya dengan

agak

cepat sambil menghisap puntingnya

sangat dalam. Ini membuat dia

tambah terangsang dan aku mulai

merasakan

lembab vagina perempuan

tersebut.Aku

melepaskan ciuman tersebut dan

langsung menurun ke bagian feminim

tersebut. Aku

mengendus dan merasakan

keharuman

yang tidak pernah aku rasakan

sebelumnya. Aku pun memulainya dengan

jilatan kecil di permukaan vagina

yang

membuat napasnya tidak teratur.

"Hhhhh..........hhhhhh"

"A.....ku.......ahhhhhhssssshhhh" Cewek itu

sepertinya ingin mengatakan

sesuatu

tetapi aku tidak memperdulinya dan

menjilatinya dengan lebih cepat. Aku

menjilatinya terus-menerus sampai aku

mulai merasakan ada sesuatu yang

seperti

bola kecil mencuat keluar. Aku tidak

mengerti dan coba untuk

menjilatinya tapi tiba-tiba....... "Ahhhhkkkkk........

Ge.....lllllliiiiii.....

niiikkk...Ahhhhh....ma...t... ahh.."

Cewek

itu merintih lebih keras seolah olah

ingin minta tolong pada seseorang. Aku

pun

mengerti ternyata dia merasa nikmat

kalau

dijilat di daerah situ. Dia mulai

menjambak kepalaku yang membuatku

kesakitan tapi

aku tidak ragu-ragu lagi dan mulai

menjilatinya terus-menerus sampai

tiba-

tiba aku mendengar sesuatu. "Ahhhhh.....

kk.... Ak......uuuu......

iiiiinnnggg...iii...nnn....

kkkkeeeelllluuuuaarrr" Bersamaan

dengan

suara itu, aku merasa ada cairan yang

keluar sangat deras. Kepalaku pun

dijepit

erat-erat yang membuatku tidak bisa

bergerak. Aku merasa sesak napas

karena tidak ada ruangan yang bisa buat

bernapas. Aku diam sejenak untuk

mengetahui apa yang terjadi. Setelah

beberapa saat, tangan yang

memjambakku

mengendor dan kaki yang menjepitku pun

melepas. Aku mengangkat kepala

dan lihat

matanya mulai terbuka.

"Ma..sss....kamu...he...bbaattt...." Ujar

cewek itu. "Kamu juga hebat sayang."

Jawabku. "Masss, kau.. tahu....

tidak....

bahwa.... kau.... sala.h kam..ar?"

Tanya

cewek itu dengan suara lemas. Aku agak

bingung dan berbicara kembali. "Ini

kan

kamar yyy...." "Tid...ak, Ini

kam..ar...xxx"

tutur cewek itu. Aku kaget setengah mati

dan baru mengerti bahwa akulah

yang

salah. "Nama kamu siapa sayang?"

Aku

tanya dia setelah tenang dengan memegang pipinya. "Ak.u ada..lah

Cellia."

Jawabnya. "Apakah kau mau jadi

istri

saya?" Tanyaku. "Kau be..nar-be..nar

nak..al." Jawabnya. Setelah menjawab itu,

aku langsung mencium bibirnya dan

memulai permainannya lagi. Aku

mengeluarkan lidahku dan mencari

lidahnya untuk dimain. Dia pun

membalasnya dengan penuh nafsu. "mmm.....mmmmm....." itulah suara

yang

dikeluarkan waktu lidah kami

beradu. Aku

terus memainkan lidahnya sambil

kuangkat setengah badannya. Keadaanku

sekarang lebih tenang dibanding

yang tadi

jadi aku melepas ciumannya dan

dengan

santai menjilati lehernya naik turun. "Hhhhhhh........hhhhh.." itulah suara

cewek

yang lagi mendesah. Permainan di

leher

sudah cukup untukku dan aku

bermaksud untuk mulai lagi di bagian dadanya.

Aku

turun dan mulai menghisap

payudara

kirinya. Aku menyedot, mencium,

mengendus payudaranya. Sedangkan

tanganku mulai lagi memijit kanan

payudara indah itu. Aku menghisap

terus-

menerus sampai payudara kirinya

basah kuyup dan aku pun berpindah lagi

menghisap ke punting kanan. Aku

mengulang terus-menerus dari kiri

ke

kanan, dan kanan ke kiri. "Ahhhh......

Ahhhhh... Ahhhhh.... geeee....llliiii.... ngi...lll...uuuu...." Itulah kata-kata

yang

terulang terus- menerus.

"Maaaa...ssssss.... co....bbbaaa.....

mm.....aa..sssuuuu...kkkiiiinnn....

mmm..aaaa..ssss.." "Akkk...uuuuu... suuu..dd..ahhh...

s...iii...aaa...pppp...Akhh." Sepertinya

kata

itu mulai muncul ketika aku mengigit

kecil

di punting kanan wanita itu.Aku masih

belum ingin menancap gas karena

pikiranku sudah agak tenang, aku

ingin dia

merasakan kehebatan permainanku.

Tetapi dia sangat ganas. Dia membalikan

tubuhku dan menindihnya di atas

tubuhku.

Aku tidak bisa apa-apa dan

mengikuti

permainannya. Dia menunduk dan menjilati puntingku.

"Ahhhkk....Ahhhh."

Desahku sambil berusaha

mengangkat

kepalanya. Tetapi dia melarang dan

menepis kedua tanganku. Setelah menjilat

sebentar puntingku, dia duduk

memegang

penisku dan berusaha memasukinya

ke

dalam liang vaginanya. "Astaga, ini perempuan masih perawan tapi

berani

memasukinya, benar benar lihai."

pikirku.

Saat memasuki ke dalam liang

vaginanya, aku mengalami kesulitan. Aku

merasa

susah sekali memasukinya. Dia mulai

menekan sedikit demi sedikit dan

akhirnya

masuk setengah. Setelahmemasukinya, dia

mulai mengenjot dengan irama

pelan.

"Ahhh...Ahhh." Kami berdua

mendesah

secara bersama. Aku merasa sepertinya

ada sesuatu yang menyentuh seperti

dinding di dalam vaginanya tetapi

aku

tidak tahu apa itu karena yang

kurasakan saat itu hanyalah nikmat. Aku mulai

mengangkat pinggulku untuk

menusuknya

lebih dalam. "Ahhhh....Ahhhh." Kami

terus

mendesah tidak beraturan. Permainan

yang menyenangkan ini kuteruskan

dengan irama agak cepat tapi

sepertinya

cewek itu agak kesakitan.

"A....dduu..hhh... sssaa...kkkkk..iiii...tttt" "Say..,

ke..na..pa?"

Tanyaku. "Ak...uuu

suu...dddaahh....Ahhhhh." Jawabnya

terhenti. "Ke..na..pa?" Tanyaku

penasaran. "ttiii...ddaakkk...per...aaww...a..nnn"

Lanjutnya lagi. Pada saat bersamaan

dengan teriakan itu, aku merasakan

seperti menembus sesuatu dan aku

sadar

pada saat darah mengalir di daerah perutku. Ternyata aku telah meregut

keperawanan gadis itu. "Celaka, aku

tidak

sadar bahwa dia masih gadis karena

saya

terlalu keasyikan bermain." Pikirku. Pada

saat yang sama, pikiranku juga

merasakan

menyesal sekaligus nikmat. "Mau

gimana

lagi, nasi sudah jadi bubur!" Aku diam

sejenak untuk menenangkan situasi.

Setelah agak tenang, perempuan itu

melihat ke arahku dengan agak

merangsang sambil menekan

dadaku dan mulai mengenjotnya lagi. Aku pun

tersenyum dan mengetahui bahwa

dia

tidak menyesal kehilangan

kegadisannya.

"Ahhh......Ahhhhhh." Kami mulai lagi mendesah hebat ketika enjotannya

semakin cepat. "A....yooo.....

masss...."

Dia mengatakan itu sambil

mendesah.

"ma...ssuuukkkiinn.... ahhh... ke..... daaaa...la...am." Dia terus berusaha

mengatakan sesuatu. "akkk....uuuu

in....giii...n me...ra.a..saa..kan

el...ang...aahhhh.....

bb...eee..sss..aaa..rrr." Aku tidak

begitu jelas apa yang dia katakan, tetapi

saya

tahu bahwa dia menikmatinya

karena dia

terus mengenjotnya dengan irama

lumayan cepat dibanding tadi. Marathon

yang melelahkan masih terus

berlanjut,

permainan ini kurasakan sangat

lama

sampai aku mulai merasa ada yang berdenyut lagi di sekujur burungku.

"Cell...iiaa..., a...kkkkuuu..ahh...

iinnngggiinnn...kkkeee..lllluuaaarrr.."

Aku

berbicara sambil memegang pinggul

perempuan itu. "Sayyaa... jjjuuu.gggaaa...

ttiiiddaakkk....aahhhhh...

ttaahhaaannn."

Suara histeris perempuan itu mulai

kencang. Tiba-tiba aku merasakan

ada cairan banyak yang keluar dari liang

tersebut dan memuncratkan di

penisku.

Cairan ini membuat permainanku

ingin

cepat berakhir karena sangat licin dan....

"Ahhhhkkkkkkkk.....Ahhhkkkkkk"

Aku teriak

sekencang kencangnya sambil

menaik-

turunkan pinggul perempuan itu dengan

sangat cepat.

"Croootttt......Crooottttt...."

Burungku akhirnya mengeluarkan

cahaya

putih yang sangat banyak. Kurasakan

bahwa aku menyemburkannya 7

kali

didalam liang vagina perempuan

tersebut.

Setelah beberapa saat, tanganku mulai

berhenti dan melepaskannya. Aku

pun

terasa sangat lemas. Aku

memejamkan

mataku dan aku pun tertidur. Di detik

terakhir, aku hanya merasakan

bahwa

perempuan itu tertidur di pangkuan

dadaku. Setelah matahari terbit di

pagi hari, aku pun pelan-pelan membuka

mataku. Aku masih bingung apakah

kemarin aku bermimpi atau tidak.

Aku pun

menengok kiri dan kanan untuk

mengetahuinya. Ternyata aku tidak mimpi

dan aku melihat ada wanita sedang

merapikan bajunya dan siap untuk

pergi.

Aku memanggilnya tapi.... "Sayang,

kau mau ke mana?" Tanyaku. Dia hanya

tersenyum dan pergi keluar. Aku

pun tidur

lagi karena aku benar- benar

kecapean.

Sejak kemarin aku selesai kerja, aku tidak

istirahat. Aku bangun lagi setelah

segar

dan memakai kembali pakaianku.

Setelah

selesai, aku pun keluar dengan bagasiku.

Aku melihat pintu nomor yang

ditempel di

pintu dan ternyata aku benar-benar

salah.

Ruanganku ada di sebelah. Aku taruh

barang-barang di kamarku dan

keluar.

Pada saat aku keluar dan berjalan di

lorong, aku melihat ada pembersih

ruangan berjalan menuju ke sini. Aku pun

mengsenyum pagi ke pembersih

laki-laki

itu. Aku melewati pria itu dan

mendengar

suara pintu terbuka. Aku menengok sebentar dan aku kaget karena pintu

yang

dibuka adalah ruangan yang aku

tidur

bersama perempuan kemarin. Aku

bergegas kembali ke sana dan menghentikannya. "Tunggu dulu

pak,

jangan dibersihin ruangan ini."

"Ah?" Pria

itu sepertinya bingung. "Ruangan ini

kan sudah check out tadi pagi." Lanjut

pria itu.

"Emangnya ini ruangan bapak?"

Lanjut lagi

dengan pertanyaan. Aku bingung

sekaligus kaget karena wanita yang

bersetubuh

denganku pergi begitu saja tanpa

pemberitahuanku. "Tidak pak, aku

pikir itu

ruangan saya." Aku jawab setelah mengetahuinya. Aku pun keluar

hotel

dengan menyesal dan pergi makan

siang.

Sisa liburanku hanyalah hampa

karena aku sendiri di dalam hotel sambil

menyedih hati berbaring di ranjang.



BacanPoker.Com adalah salah satu Agen Poker Indonesia yang terpercaya dengan beraneka ragam bonus yang menanti Anda. Segera Daftarkan diri Anda Disini dan dapatkan berbagai Bonus menarik


BacanPoker hadir kehadapan Anda dengan persentase mendapatkan BONUS JACKPOT lebih besar daripada Agen Poker Online Lainnya.

Silakan daftar di sini : CLICK UNTUK MENDAFTAR 
Contact Person :LiveChat : http://goo.gl/A2Z0aDYahoo : bacanpokercs04bbm : 55A52F68Wechat : CSBACANWhatsapp : +66622576841Line : CSBACAN_LINEFacebook : BACANPOKER

0 komentar:

Posting Komentar